MEJUAH JUAH

Jumat, 26 Oktober 2012

ANALYSIS MENURUNNYA MOTIVASI BELAJAR SISWA DIKOTA MADYA PRMATANGSIANTAR

CONTOH   MEMBUAT LATAR BELAKANG MASLAH, IDENTIFIKASI MASALAH, FOKUS PERMASALAHAN , RUMUSAN MASALAH , TUJUAN PENELITIAN DAN MANFAAT PENELITIAN 





T E S I S

ANALISIS MENURUNNYA  MOTIVASI  BELAJAR  SISWA DI KOTA PEMATANGSIANTAR

Oleh
RAJUTA SEMBIRING
NPM : 111351019


T E S I S

ANALISIS MENURUNNYA  MOTIVASI  BELAJAR  SISWA DI KOTA PEMATANGSIANTAR

Oleh
RAJUTA SEMBIRING
NPM : 111351019





PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS SIMALUNGUN
PEMATANGSIANTAR
2012


T E S I S

ANALISIS  MENURUNNYA  MOTIVASI BELAJAR SISWA DI KOTA PEMATANGSIANTAR

Oleh
RAJUTA SEMBIRING
NPM : 111351019

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat
Untuk Memperoleh Gelar Magister Sains (M.Si)
dalam  Program Studi Ilmu Perencanaan  Wilayah dan Kota
Universitas Simalungun



PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS SIMALUNGUN
PEMATANGSIANTAR
2012

BAB I
PENDAHULUAN
1.1         Latar Belakang Masalah
              Salah satu fenomena pendidikan yang dapat kita temui di kota Pematangsiantar adalah banyaknya siswa yang dapat kita temui  diwarung warung internet baik ketika  proses belajar mengajar di sekolah sedang berlangsung maupun diluar jam sekolah. Siswa bermain dengan bebasnya, dan pelajaran pun ditinggalkan . Tampaknya warung internet menjadi tempat yang nyaman bagi para siswa, karena disana  mereka dapat melakukan  apa yang mereka mau.
              Ketersediaan internet dikota Pematangsiantar di satu sisi telah meresahkan orang tua, dan fihak sekolah serta Pemerintah Kota Pematangsiantar.   Tidak sedikit orang tua yang cemas karena anak yang mereka cintai belum juga tiba dirumah, yang seharusnya menurut jadwal-jadawal belajar anak bahwa anak itu sudah tiba dirumah.  Sehingga orang tua harus direpotkan oleh ulah sianak.  Orang tua harus mencari putra/putri mereka ketempat-tempat yang belum pasti.   Para guru disekolah harus mempertanyakan ketidak hadiran mereka kalamana mereka  cabut atau tidak hadir disekolah karena alasan-alasan yang mencurigakan.  Pemerintah Kota Pematangsiantar mendapat tambahan tugas untuk merazia para siswa yang berkeliaran dipusat-pusat keramaian pada jam-jam belajar, dan tidak sedikit siswa yang terjaring razia kasih sayang di temukan di warung-warung internet.
              Sebagai contoh, dalam suatu razia Kasih Sayang  yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Pematangsiantar  dalam hal ini Polsek Siantar Utara Kota pada hari Jumat , 24 February 2012 yang beru lalu, sebanyak  13 (tiga belas) siswa  terjaring di warung internet dan bilyard dalam suatu operasi rajia kasih sayang yang dilakukan oleh Polsek Siantar Utara Kota.  Mereka  berada di warung internet dan bilyard  karena bolos sekolah. Operasi kasih sayang  ketika itu dilakukan  sekitar pukul 10.00 dipimpin Kapolsek Siantar Utara AKP M Nababan.    TRIBUNnews, Bolos Saat Sekolah 13 Pelajar di ciduk Polisi , diakses tanggal  17 Mei 2012 <http://www.tribunnews.com/2012/02/24/bolos-saat-sekolah-13-pelajar-diciduk-polisi>
              Pada berita lain Ekspos NEWS menuliskan bahwa Razia Kasih Sayang yang dilakukan Selasa ,21 Februari 2012 terjaring 48 (empat puluh delapan siswa), dan uniknya   satu diantaranya  masih duduk dikelas  IV SD dari salah satu SD Negeri di Naga Huta.  Ia mengaku  sejak berangkat dari rumah  pukul 6.30  langsung menuju warnet dan bermain poin blank.  Menurut Tim Polres Pematangsiantar yang melakukan Rajia Kasih sayang tersebut, mereka membagi tim menjadi 2 (dua), satu tim berhasil menjaring 36 (tiga puluh enam) siswa yang terdiri dari 25 (dua puluh lima) siswa SLTA dan 11 (sebelas) siswa SLTP yang keseluruhannya laki-laki.  Sementara  tim yang satunya lagi berhasil menjaring  8 (delapan) siswa SLTA, yang terdiri dari 7 (tujuh) laki-laki dan 1 (satu) perempuan.  Selanjutnya menjaring lagi 4 (empat ) siswa lagi yang terdiri dari 3 (tiga) siswa SMP dan 1 (satu ) siswa  SD. Seluruh siwa ditemukan di warnet, bilyard dan Pasar horas  pada  jam belajar disekolah sedang berlangsung. Kasat Pembinaan Masyarakat (Binmas) Polres Pematangsiantar  AKP T.Sitepu mengatakan  Operasi kasih sayang ini merupakan kegiatan  yang rutin dilakukan
untuk menekan jumlah siswa yang bolos. Eksposnews, Siswa SD di Siantar Terjaring Razia Kasih Sayang, di akses tanggal 17 Mei 2012 <http://eksposnews.com/view/14/32397/Siswa-SD-di-Siantar-Terjaring-Razia-Kasih-Sayang.html>
              Dalam sebuah  berita Metro Siantar menuliskan Rajia Kasih Sayang yang dilakukan Rabu, 29 Februari 2012 oleh Tim Patroli sekolah Dinas Pendidikan Pematangsiantar berhasil menjaring 35 (tiga pulu lima) orang pelajar  di Siantar. Ketua tim Patroli Sekolah Juniar Sinaga mengatakan, penangkapan itu dilakukan berdasarkan informasi dari masyarakat. Katanya, siswa tertangkap sekira pukul 11.00 WIB dari lokasi warnet di Jalan Diponegoro, Siantar Plaza Jalan Merdeka dan Pasar Horas. Metro Siantar, Rajia kasih sayang, 35  siswa terjaring. Diakses  17 Mei 2012. <http://www.metrosiantar.com/index.php/Metro-Siantar/razia-kasih-sayang-35-siswa-terjaring.html>
              Razia yang dilakukan oleh Polres Kota Pematangsiantar dan  Tim Patroli Sekolah Dinas Pendidkan Pematangsiantar sebenarnya adalah penggalan dari keseluruhan  kegiatan  yang terjadi di warung-warung Internet di kota Pematangsiantar . Apa yang mereka lakukan masih terbatas pada siang hari.  Rajia Kasih Sayang bila dilakukan di malam hari  maka akan menjaring lebih banyak pelajar di kota Pematangsiantar.  Sebab menurut pengamatan Penulis banyak pelajar di Kota Pematangsiantar masih berada di warung-warung internet hingga larut malam bahkan hingga pagi hari.
              Dari beberapa informasi diatas memberikan keterangan kepada kita bahwa telah terjadi suatu fenomena baru  kehidupan pelajar  dikota Pematangsiantar. Seharusnya sebagai seorang pelajar hendaklah menunjukkan sikap dan perilaku pelajar. Ketika jam-jam sekolah sedang berlangsung maka pelajar patutnya berada disekolah, dan bila malam telah tiba pelajar patutnya berda dirumah,  mengerjakan PR yang diberikan oleh Guru atau mempersiapkan keperluan untuk bersekolah besok harinya.
               Internet tampaknya telah mengusik motivasi  belajar sebagian siswa di kota Pematangsiantar.  Para pelajar yang terusik motivasi  belajarnya  karena  sesuatu hal menunjukkan bahwa sebenarnya telah terjadi penurunan motivasi belajar sebagai dampak dari internet.  Secara teori bila terjadi penurunan motivasi belajar , maka akan segera tampak pada hasil belajar yang semakin buruk.   Bila hasil belajar dibiarkan semakin buruk oleh karena terusiknya  motivasi  belajar siswa karena dampak negatif internet maka sudah seharusnyalah  dikerahkan berbagai upaya untuk memulihkan hal itu. 
              Perlu diketahui bahwa motivasi  belajar adalah satu hal yang perlu ditumbuhkan, di pelihara , dijaga dan dikembangkan  dalam rangka meraih hasil belajar yang optimal.  Seseorang dapat gagal karena tidak memliki motivasi  belajar walaupun  dia memiliki inteligensia yang cukup.
          Sardiaman A.M (2007:84-85) mengatakan: Begitu juga untuk belajar sangat diperlukan adanya motivasi .  Motivation is an essensial condition of learning.  Hasil belajar akan menjadi optimal , kalau ada motivasi.  Makin tepat motivasi yang diberikan, akan makin berhasil pula pelajaran itu.Jadi motivasi akan senantiasa menentukan intensitas usaha belajar bagi para siswa.

              Dalam perkembangan terkini dinegara kita masalah pendidikan menjadi isu penting.  Kebijakan-kebijakan pemerintah yang pro-pendidikan dapat kita telusuri dari berbagai perundang-undangan yang ada.   UUD NRI Tahun 1945 telah mengamanatkan  anggaran pendidikan minimal 20% dari APBN serta dari APBD untuk memenuhi kebutuhan  penyelenggaran pendidikan nasional.  Porsi anggaran pendidikan  minimal  20 %  dari APBN serta dari APBD  adalah satu keputusan  konstitusional yang menunjukkan  kesadaran bangsa Indonesia  akan perlunya memajukan Pendidikan Nasional  untuk mengejar berbagai ketertinggalan Bangsa Indonesia . Terlebih lagi adalah suatu cita-cita untuk mensejajarkan Bangsa ini sejajar dengan bangsa-bangsa terkemuka di dunia.  Keputusan yang menetapkan anggaran pendidikan minimal 20% dari APBN serta dari APBD adalah suatu refleksi kesadaran Bangsa Indonesia  akan perlunya anak anak Indonesia bersekolah dan harapan tidak akan adalagi anak-anak Indonesia yang putus sekolah karena ketiadaan biaya.  Namun andaikan ada siswa di Pematangsiantar harus putus sekolah karena dampak negatif Internet  maka dapat dikatakan anak anak Indonesia yang bersekolah di Pematangsiantar  tidak merespon amanat UUD NRI tahun 1945.  Andaikan juga anak anak Indonesia yang bersekolah di Pematangsiantar telah menurun motivasi belajarnya karena dampak negatif internet maka kiranya kajian-kajian melalui penelitian perlu diadakan  untuk mengetahui seluk beluk yang terjadi didalamnya,  sehingga dapat diterapkan langkah langkah yang tepat  untuk pencerahannya.
              Sejatinya tidak boleh ada anak-anak dikota Pematangsiantar menjadi menurun motivasi  belajarnya karena ketersediaan layanan internet. Anak-anak kota ini diharapkan  memilki motivasi  belajar yang tinggi  untuk terus belajar  agar hasil belajarnya dapat optimal, sehingga  dikemudian hari dapat meneruskan tongkat estafet perjuangan membangun kota Pematangsiantar.  Ketersediaan  internet di kota Pematangsiantar  tidaklah bermaksud menurunkan Motivasi  belajar siswa di Kota Pematangsiantar.  Sejatinya  layanan internet di Kota Pematangsiantar adalah wujud dari perkembangan Teknologi informasi komputer yang memudahkan setiap penggunanya dalam mengakses  berbagai informasi yang berguna bagi dirinya.  Namun bila terjadi bukan seperti peruntukannya maka perlu diadakan penelitian tentang gejala-gejala yang timbul.  Oleh karena itu penulis ingin melakukan penelitian yang lebih mendalam  tentang permasalah yang  fenomenal dan  aktual saat ini di pematangsiantar, dengan judul penelitaian “Analisa Menurunnya Motivasi Bealajar Siswa Di Kota Pematangisiantar”
              Motivasi belajar sangatlah penting untuk dapat menggerakkan kegiatan belajar.  Melalui kegiatan belajar  maka kita memperoleh  manfaat seperti tambahnya ilmu pengetahuan dan pengalaman baru, serta terjadinya perubahan tingkahlaku . Oleh karena  melalui belajar diketahui memperoleh manfaat  maka Bangsa Indonesia  menyelenggarakan suatu  pendidikan nasional  agar Bangsa Indonesia dapat menjadi bangsa yang maju dan bangsa yang terkemuka.  Bila motivasi belajar menurun  berati intensitas usaha belajar menurun yang berujung pada  rendahnya hasil usaha belajar seperti tidak  adanya prestasi.
          Sardiaman A.M (2007:85-86) mengatakan : Seseorang melakukan  suatu usaha karena  adanya motivasi.  Adanya motivasi yang baik dalam belajar akan menunjukkan hasil yang baik.  Dengan kata lain dengan adanya usaha yang tekun dan terutama didasari oleh adanya motivasi, maka seseorang yang belajar itu  akan dapat melahirkan prestasi yang baik.  Intensitas motivasi seorang siswa akan sangat menentukan tingkat pencapaian prestasi belajarnya.

           Dimyati dan Mudjono (2009:5) mengatakan :” bila siswa belajar maka akan terjadi  perubahan mental  pada diri siswa”   Mencermati pendapat ini  maka pantaslah setiap  orang tua  menginginkan anaknya belajar.  Oleh  karena itu setiap orang tua rela  mengeluarkan banyak biaya untuk menyekolahkan anaknya.  Harapan orang tua  bila anaknya belajar maka  semakin baiklah mental anaknya.
Tetapi harus diingat bahwa  motivasilah yang menggerakkan  belajar itu.  Tanpa  motivasi  kegiatan belajar itu tidak dilakukan.
          Mc.Donal dalam Sardiaman A.M (2007: 74 ) mengatakan: bahwa motivasi itu mengawali terjadinya perubahan energi  pada diri setiap individu manusia.  Perkembangan   motivasi akan membawa beberapa perubahan energi dalam sistem” neurophysiologikal “ yang ada pada organisme  manusia .  Karena menyangkut  perubahan energi  manusia ( walaupun  motivasi  itu muncul  dari dalam diri manusia ), penampakannya  akan menyangkut  kegiatan fisik  manusia.

              Bila melihat fenomena pendidikan  yang terjadi dikota Pematangsiantar seperti banyaknya siswa berada di warung-warung internet pada saat kegiatan belajar mengajar disekolah sedang berlangsung,  dan dikaitkan dengan  teori –teori motivasi belajar maka dapat diketahui betapa pentinganya  melakukan  kajian yang mendalam  tentang  fenomena itu.  Sebab bila fenomena itu tidak segera di atasi akan dapat mengakibatkan semakin meningkatnya  jumlah siswa yang bolos sekolah.    Dalam  fenomena  ini adanya  siswa yang bolos tersebut  adalah merupakan  bukti motivasi belajar siswa yang menurun .  Bila  motivasi belajar siswa di kota Pematangsiantar menurun  maka perkembangan kota akan terhambat sebab nantinya para siswa itulah yang akan meneruskan tongkat estafet pembangunan  kota Pematangsiantar.   Selain itu  membiarkan motivasi belajar siwa menurun   berarti : membiarkan perkembangan mental anak-anak kota Pematangsiantar pada arah yang tidak jelas,  membiarkan mereka tidak  turut serta berpartisipasi untuk  mengembangkan  ilmu pengetahuan , membiarkan mereka menjadi “virus” disekolah-sekolah di kota  Pematangsiantar,  membiarkan mereka kehilangan masa depannya , membiarkan mereka menjadi korban kekejaman perkembangan teknologi.

         
1.2.        Fokus Permasalah dan  Pertanyaan Penelitian
              Internet memang bukan  hal yang baru lagi di kota Pematangsiantar. Banyak orang kita temukan di warung-warung internet sedang asyiknya  bermain internet.  Pengunjungnya tidak terbatas pada golongan orang tertentu  saja,  ada yang  masih berstatus masih duduk di Sekolah Dasar,  Sekolah Menengah Pertama,  Sekolah Menengah  Atas  dan Maha Siswa ,  anak putus sekolah dll.
Kehadiran Internet membawa dampak positif maupun negatif.  Dalam penelitian ini yang akan dikedepankan adalah tentang menganalisa menurunnya  motivasi belajar siswa  sebagai dampak negatif  kehadiran internet.  Bila di identifikasi beberapa fenomena sosial yang  tampak bahwa motivasi siswa menurun segai dampak negatif kehadiran internet adalah seperti  terdapat dibawah ini:
1.           Sejumlah siswa ditemukan  telah membolos dari sekolah dan tempat-tempat  privat les, para siswa tersebut ditemukan di warung internet
2.           Sejumlah siswa ditemukan masih berada di warung internet sampai malam hari, tengah malam dan bahkan hingga pagi harinya.
3.           Sejumlah siswa lebih senang  menghabiskan waktu dengan bermain game online , mengakses jejaring sossial internet seperti Face Book, dan twiter, serta situs-situs pornografi
             
              Dalam penelitian ini penulis memiliki sejumlah keterbatasan  seperti dana, waktu,  tenaga, kemampuan akademik  sehingga tidak semua masalah diteliti dan penelitian ini terbatas objek penelitian yaitu siswa  SMP (Sekolah Menengah Pertama)  Negeri yang ada di kota Pematangsiantar.
              Adapun  fokus permasalah dalam penelitian ini adalah :
1.    Mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan menurunnya  motivasi  belajar siswa  SMP Negeri di Kota Pematangsiantar.
2.    Mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan sejumlah siswa SMP Negeri Kota Pematangsiantar  menjadikan warung-warung internet sebagai sasaran tempat  bermain .
3.    Menganalisa  sejauh manakah menurunnya motivisai belajar siswa SMP Negeri di kota Pematangsiantar menurun akibat internet?
              Untuk lebih  operasional   apa  sebenarnya yang  menjadi fokus permasalahan yang harus dijawab dalam penelitian ini   maka selanjutnya dirumuskanlah pertanyaan penelitiannya  sebagai berikut :
1.    Faktor-faktor  apakah yang menyebabkan menurunnya  motivasi  belajar siswa  SMP Negeri di Kota Pematangsiantar.
2.    Faktor-faktor apakah yang menyebabkan sejumlah siswa SMP Negeri Kota Pematangsiantar  menjadikan warung-warung internet sebagai sasaran tempat  bermain .
3.    Sejauh manakah  motivisai belajar siswa SMP Negeri di kota Pematangsiantar menurun akibat internet?
.
1.3         Tujuan Penelitian
              Adapun tujuan penelitian ini adalah:    
1.    Menemukan faktor-faktor yang menyebabkan   motivasi  belajar siswa  SMP Negeri di Kota Pematangsiantar menurun.
2.    Menemukan faktor-faktor yang menyebabkan sejumlah siswa SMP Negeri Kota Pematangsiantar  menjadikan warung-warung internet sebagai sasaran tempat  bermain .
3.    menemukan Sejauh manakah  motivisai belajar siswa SMP Negeri di kota Pematangsiantar menurun akibat internet?

1.4         Kegunaan/Manfaat Penelitian
              Penelitian ini diharapkan dapat berguna/bermanfaat baik dari segi keilmuan/teoritis  maupun dari segi praktis/fragmatis  yaitu:
1.           Dari segi keilmuan/teoritis hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dan memberikan konstribusi untuk mengembangkan ilmu pengetahuan  khususnya mengenai faktor-faktor yang menyebabkan  motivasi belajar siswa yang menurun, faktor-faktor yang  menyebabkan siswa menjadikan warung internet  menjadi sasaran  tempat bermain, serta  sejauhmana motivasi belajar siswa menurun akibat internet.
2.           Dari segi praktis/fragmatis hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan: 
             a. Kepada Pemerintah kota Pematangsiantar beserta jajarannya sebagai bahan pertimbangan untuk mengambil langkah-langkah  yang bersifat prefentif bagaimana menyusun rencana penertiban dan pelayanan penggunaan akses internet kepada siswa , sehingga internet tidak berdampak negatif terhadap motivasi belajar siswa
b.  Kepada orang tua siswa untuk bahan evaluasi dalam mengawasi
     dan  membina putra/putrinya sehingga motivasi belajar anak-anaknya tetap terjaga walaupun teknologi informasi dan komunikasi berkembang pesat.
c.  Disamping kedua manfaat praktis/fragmatis diatas penelitian ini  berguna sebagai  syarat  mengikuti ujian thesis pada Program Pasca Sarjana  (S-2)  program studi Ilmu Perencanaan wilayah dan Kota di Universitas Simalungun Pematangsiantar  dalam rangka memenuhi sebagian syarat memperoleh gelar Magister Sains (M.Si).    

1.5       Defenisi Operasional Istilah
           
            Dalam tesis ini ada beberapa istilah  yang perlu dijelaskan  agar  setiap pembaca mendapat pemahaman yang sama dari istilah-istilah yang digunakan, seperti :
1.           Analisis
            Menurut  kamus  besar bahasa indonesia  (Departemen Pendidikan Nasional 2005 : 43)  analisa adalah :1.Penyelidikan terhadap sesuatu peristiwa (karangan,perbuatan,dsb) untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya (sebab musabab, duduk perkaranya,dsb)   2.penjabaran sesudah dikaji sebaik baiknya. 
3. Pemecahan persoalan yang dimulai dengan dugaan  akan kebenarannya.
            Menurut  Azis,F (2009:9) analisis adalah:”Kajian atau telaah terhadap sesuatu untuk mengetahui keadaan sebenarnya”.
            Dalam penelitian ini defenisi  operasional istialah analisis adalah  mengkaji , menelaah dan menjabarkan suatu persoalan untuk mengetahui keadaan sebenarnya.
2.           Menurunnya Motivasi belajar
              Kata  menurunnya  berasal  dari kata  menurun.  Dalam bahasa indonesia
              kata menurun berasal dari kata dasar turun. 
            Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Departemen Pendidikan Nasioanal 2005: 1229 ) turun artinya 1.bergerak kearah bawah;  bergerak ketempat yang lebih rendah dari semula .2. surut   3.  menjadi kurang ( rendah, susut,sedikit, dsb)   4.menjadi lemah .     menurun  artinya : 1. makin kedepan makin kebawah    2.pergi kebawah    3. berangsur-angsur  turun(berkurang, surut).
            Dalam tulisan ini defenisi operasional  menurunnya  berarti  menjadi lemah, berangsur angsur  surut. 
            Kata motivasi berasal dari kata ‘motif” . Motif diartikan  sebagai daya upaya  yang mendorong seseorang  untuk melakukan sesuatu.  Motivasi dapat dikatakan  serangkaian usaha  untuk menyediakan kondisi-kondisi tertentu, sehingga seseorang  mau dan ingin melakukan sesuatu, dan bila ia tidak suka  maka akan berusaha  untuk meniadakan  atau mengelakkan  perasaan tidak suka itu. (Sardiaman A.M 2007 :73-75)
            Dalam penelitian ini defenisi operasional motivasi adalah  adanya  dorongan dari dalam diri siswa   untuk melakukan kegiatan dan bila tidak suka  maka orang tersebut mampu mengatasi ketidaksukaannya  itu.
              Sekarang timbul pertanyaan, apakah belajar itu sebenarnya?  Samakah belajar itu dengan latihan , dengan menghafal dengan  pengumpulan fakta, dan studi? Tentu saja  banyak pendapat  yang mungkin satu dengan  yang lainnya berbeda.  Misalnya ada yang berpendapat  bahwa belajar merupakan kegiatan menghafal sejumlah fakta-fakta.  Guru merasa puas jika siswa-siswa telah sanggup menghapal  sejumlah  fakta.  Pendapat lain mengatakan bahwa belajar adalah sama dengan latihan, sehingga hasil belajar tampak dalam keterampilan tertentu. (Slameto 2003 : 1)
          Djamarah (2000:13) menyimpulkan tentang defenisi belajar adalah  serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan
     tingkahlaku  sebagai hasil dari pengalaman individu  dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut koqnitif, afektif , dan psykomotor.
              Dalam penelitian  ini defenisi operasional belajar adalah kegiatan untuk memperoleh sejumlah pengetahuan baik melalui menghafal, membaca buku buku yang berkaitan dengan pelajaran sekolah , mendengarkan informasi atau penjelasan mengenai materi pelajaran  yang diberikan guru , berlatih / mengerjakan PR yang yang diberikan guru untuk memperoleh kemampuan  menguasai materi materi pelajaran yang diberikan oleh guru di sekolah  sehingga terjadi perubahan  mental, sikap dan perilaku kearah yang lebih baik
          Dimyati dan Mudjono  (2009 : 239 ) mengatakan: motivasi belajar  merupakan kekuatan mental yang mendorong terjadinya proses belajar.  Motivasi belajar pada diri siswa  dapat menjadi lemah .  Lemahnya motivasi atau  tiadanya  motivasi belajar akan melemahkan  kegiatan belajar.  selanjutnay mutu hasil belajar  akan menjadi rendah . oleh karena itu  motivasi belajar pada diri siswa perlu diperkuat terus menerus .  Agar siswa memiliki motivasi belajar  yang kuat , pada tempatnya diciptakan  suasana belajar yang menggembirakan.

              Dalam penelitian ini  defenisi operasional  motivasi belajar adalah adanya dorongan dari dalam diri siswa  untuk melakukan kegiatan belajar dan bila mana siswa tidak suka belajar maka siswa tersebut  mampu mengatasi ketidaksukaanya.
              Jadi secara keseluruhan defenisi operasioanal menurunnya motifasi belajar   dalam tulisan ini adalah  berangsur angsur surut  atau melemahnya dorongan dalam diri siswa untuk melakukan kegiatan belajar.
3.           Siswa SMP negeri 
              Dalam  Tulisan ini yang dimaksud dengan siswa adalah semua murid baik laki laki dan perempuan yang masih bersekolah  (terdaftar namanya )  
pada satuan pendidikan tingkat Sekolah Menegah Pertama (SMP) dimana sekolah tersebut berstatus negeri dan bukan swasta.
             
















BAB  II

STUDI  KEPUSTAKAAN
A.           Pembahasan Teori
              1.    Motivasi  Belajar dan masalahnya
              Menganalisa tentang motivasi belajar berarti menelaah, mengkaji dan menjabarkan tentang ada tidaknya kekuatan atau dorongan dalam diri manusia itu, seberapa besar kekuatan atau dorongan dalam diri manusia itu,dari mana sumbernya dorongan itu serta apa saja faktor yang berpengaruh kepada seseorang  sehingga seseorang itu  melakukan suatu kegiatan yang namanya belajar.    Bagi sebagian orang tidaklah mudah  untuk mengarahkan dirinya untuk mau belajar.  Didalam dirinya tidak ditemukan kemampuan atau energi untuk mengarahkan diri kepada kegiatan belajar.  Orang tersebut  merasa sangat sulit untuk mengabaikan atau mengatasi berbagai hambatan atau gangguan  untuk melakukan kegiatan belajar.   Sementara diketahui bahwa begitu banyaknya terdapat hal yang bisa mengganggu atau menghambat usaha belajar.
              Agar dapat melakukan kegiatan belajar  maka didalam diri orang tersebut harus ada dorongan untuk melakukan kegiatan belajar.   Semakin besar dorongan tersebut maka semakin intens (bergelora dan penuh semangat) seseorang tersebut belajar.  Sebaliknya  bila  dorongan  itu kecil atau tidak ada  maka orang tersebut hanya  sedikit sekali atau malah tidak melakukan kegiatan belajar, atau disebut malas belajar.
              Dorongan atau motivasi untuk belajar itu  ada yang berasal dari dalam diri  dan ada yang berasal dari luar diri.  Dorongan atau motivasi dari dalam   diri  
disebut  motivasi intrinsik.  Seseorang mau belajar atau melakukan kegiatan belajar  bukan karena  dorongan dari luar.  Sebagai contoh  seseorang  yang senang membaca, tidak usah ada yang menyuruh,  ia sudah rajin membaca buku-buku.  Tujuannya adalah untuk mendapatkan  pengetahuan  atau ilmu dari buku-buku yang dibacanya,  bukan karena  ingin mendapat pujian atau yang lain -lain .
              Berbeda dengan motivasi ekstrinsik.   Motivasi ini  akan mendorong seseorang  untuk melakukan kegiatan belajar  karena dipengaruhi oleh faktor perangsangan dari luar.  Misalnya  kalau besok akan mengadapi ujian, maka ia akan belajar hari ini atau malam ini, agar ia mendapat punten yang bagus dan harapannya temannya atau kekasihnya akan memuji ia. Jadi ia belajar bukan karena ingin mendapatkan pengetahuan, tetapi ia ingin mendapatkan  nilai yang bagus, lalu dipuji oleh teman atau kekasihnya.
              Kedua bentuk  motivasi ini sangat diperlukan untuk mengawal agar kegiatan belajar setiap siswa tidak menurun.   Kedua Bentuk motivasi ini baik intrinsik dan ekstrinsik  sama-sama penting. 
       Sardiaman A.M ( 2007 : 91 ) mengatakan : Dalam kegiatan belajar-mengajar peran motivasi baik intrinsik dan ekstinsik  sangat diperlukan . Dengan motivasi, pelajar dapat mengembangkan aktifitas dan inisiatif , dapat mengarahkan dan memelihara ketekunan dalam melaksanakan  kegiatan belajar.

              Belajar tidak pernah sepi dari diri seseorang yang memiliki motivasi intrinsik.  Ia ingin selalu maju dalam belajar.  Kesadarannya yang besar akan  kebutuhan ilmu  untuk masa kini dan  masa depannnya membuat ia gemar belajar. Ia akan mencari berbagai ilmu dari berbagai buku buku yang dibacanya. Bagi  sesorang yang tidak memiliki motivasi intrinsik sulit  sekali      baginya untuk belajar sendiri.  Orang yang memilki motivasi intrinsik senang melakukan kegiatan belajar sendiri.  Kegiatan belajar itu dilatar belakangi oleh pemikirannya yang positif  bahwa semua mata pelajaran  yang dipelajari sekarang  akan dibutuhkan dan sangat berguna untuk masa kini dan masa yang akan datang.
              Namun perlu disadari, sekalipun motivasi intrinsik yang tadinya telah ada dalam diri siswa dapat saja  menjadi berubah, menjadi menurun atau melemah.  Sebab tidak ada yang permanen ,tetap dan kekal.  Yang tetap atau  permanen atau yang kekal adalah perubahan.   Perubahan ini mungkin saja terjadi dalam diri siswa  karena  diri siswa juga berubah,  atau perubahan itu terjadi  mungkin saja karena berbagai komponen dalam proses belajar mengajar  ada yang tidak menarik  bagi siswa.
     Sardiaman A.M ( 2007:91) mengatakan: Perlu ditegaskan, bukan berarti  motivasi  ekstrensik  ini tidak baik dan tidak penting  .  Dalam kaitan  belajar mengajar tetap penting  sebab kemungkinan besar  keadaan siswa itu dinamis , berubah ubah , dan juga mungkin komponen-komponen lain  dalam proses belajar-mengajar  ada yang kurang menarik bagi siswa , sehinnga diperlukan motivasi ekstrinsik.

              Dalam perubahan  yang terjadi pada diri siswa dapat membuat motivasi intrinsik pada siswa menurun sehingga  motivasi belajar siswa menurun.  Menurunnya  motivasi intirnsik itu dapat pula menurun pada diri siswa karena  berbagai komponen dalam proses belajar – mengajar itu  ada yang kurang menarik bagi siwa,  sehingga menurunpulalah  motivasi belajarnya.
              Kala mana telah terjadi perubahan dalam diri siswa yang membuat motivasi intrinsiknya menurun maka disinilah diperlukan motivasi ekstrensik.  Motivasi  ektrinsik menggerakkan siswa untuk belajar, namun  bukan pada esensi belajarnya.  Kegiatan belajar yang dilakukan oleh siswa didasari oleh motif diluar   
esensi apa yang dipelajarinya.   Dapat dicontohkan, ketika seorang  ibu belajar  membaca maka motif belajar baginya bukanlah untuk mengetahui membaca, tetapi diluar dari pada itu.  Motifnya  misalnya supaya tetangga memuji dia karena sudah tahu membaca.  
              Dalam kegiatan belajar mengajar disekolah setiap guru selalu mendorong siswanya untuk mau belajar.  Berbagai  macam cara dilakukan oleh guru untuk memotivasi siswanya  agar siswanya mau belajar.  Memberi hadiah  bagi para jura di sekolah  ketika pembagian rapor , memuji  siswa yang dapat menjawab  PR dengan benar,  menyapa siswa dengan ramah, membuat kegiatan perlombaan, dll adalah merupakan  usaha agar siswa termotivasi belajar.  Guru yang berhasil  memotivasi anak untuk belajar akan tampak dari kegiatan siswa  belajar.   Tetapi  bila guru tidak berhasil memotivasi siswa belajar  maka kita akan menemukan  siswa yang malas belajar.  Kegiatan belajar  siswa menjadi tidak kelihatan ada.  Siswa menjauhi kegiatan membaca buku, menjauhi pekerjaan mengerjakan PR,  tidak mau perduli ketika guru menjelaskan tentang materi pelajaran. Tanda-tanda seperti itu adalah merupakan konotasi menurunnya  motivasi belajar siswa.
              Dalam menggerakkan siswa belajar adakalanya motivasi ekstrinsik menjadi bersifat negatif ataupun menjadi bersifat positip.   Kesalahan Guru dalam penggunaan motivasi ekstrinsik ini bukan justru membuat siswa menjadi termotovasi belajar, tetapi yang terjadi adalah sebaliknya.  Motivasi belajar siswa menjadi menurun. Siswa menjadi benci kepada guru tersebut dan tidak lagi berminat kepada  mata pelajaran yang diampu guru tersebut.
              Motivasi ekstrinsik yang bersifat positip seperti pujian, hadiah,     piagam
penghargaan atau bentuk bentuk yang lain dapat merangsang  siswa untuk belajar.
Selain itu  respon terhadap perilaku siswa pun dapat bersifat positip. Disamping  kegiatan belajarnya yang semakin intens               maka perilaku yang menunjukkan siswa sebagi anak yang terdidik pun tampak dalam kehidupan sehari-harinya.
              Motivasi ekstrinsik yang bersifat negatif  seringakali tidak menunjang proses interaksi  belajar mengajar yang tidak edukatif.  Memberikan hukuman kepada siswa yang tidak mengerjakan PR seperti diberlakukannya hukuman fisik,ejekan, dan sindiran mungkin akan  membuat siswa menjadi perduli dan mau belajar.  Pekerjaan  Rumah  yang tadinya jarang /tidak pernah dikerjakan , kini menjadi dikerjakan.  Pemberian hukuman itu memang menggerakkan siswa untuk melakukan kegiatan belajar. Tetapi pemberian hukuman itu memiliki efek pengirng seperti terjadinya kerenggangan hubungan antara guru dengan siswa.   Siswa dapat saja menjadi benci kepaga guru dan tidak menyukai lagi berbagai hal dari guru tersebut.  Kondisi seperti ini dapat menurunkan motivasi belajar siswa, atau melemahkan motivasi belajar siswa.
              Memuji  sebagai salah satu bentuk motivasi ektrinsik hendaklah dalam situasi yang proporsioanl.  Bila pujian itu tidak pada momen dan porsi yang tepat maka akan berubah menjadi ejekan, sindiran . Maka kealpaan seperti ini hendaklah menjadi perhatian setiap guru, Sebab dapat menurunkan motivasi belajar siswa.
          Djamarah (2011:152) mengatakan :Baik motivasi ekstrinsik yang positif dan motifasi ektrinsik yang negatif  sama-sama mempengaruhi sikap dan perilaku anak didik. Diakui angka, ijazah,pujian, hadiah  dan sebagainya berpengaruh positif  dengan merangsang anak didik untuk giat belajar. Sedangkan ejekan, celaan, hukuman yang menghina sindiran kasar, dansebagainya  berpengaruh negatif dan  merenggangnya  hubungan    guru
     dengan anak didik. Jadilah guru sebagai orang yang dibenci oleh anak didik.   Efek pengiringnya, mata pelajaran yang dipegang guru itu tidak disukai anak didik.

              Djamarah  (2011:152 – 156) mengatakan bahwa  ada beberapa prinsip-prinsip  motivasi  dalam belajar  yaitu :1.Motivasi Sebagai  Dasar Penggerak Yang Mendorong Aktivitas Belajar.   2.  Motivasi intrinsik lebih utama  dari pada  motivasi ekstrinsik.   3. Motivasi  pujian lebih baik dari pada hukuman. 4.Motivasi Berhubungan erat  dengan kebutuhan  dalam belajar.   5. Motivasi  dapat memupuk optimisme dalam  belajar.    6.  Motivasi  melahirkan pretasi dalam belajar.  
              Ada satu hal yang menjadi perahatian dalam keterangan  Djamarah mengenai prisip-prinsip motivasi dalam belajar. Beliau mengatakan bahwa  ada  efek  yang tidak diharapkan  dari  pemberian   motivasi  ekstrinsik yaitu  kecenderungan  ketergantungan  anak didik  terhadap sesuatu diluar dirinya. Anak juga kurang percaya diri , bermental pengharapan dan mudah terpengaruh. oleh karena itulah motivasi intrinsik lebih utama dari motivasi ekstrinsik.   
              Pendapat Djamarah  yang  memberi penjelasan  bahwa anak yang diberi motivasi ekstrinsik menjadi mudah terpengaruh.  Menyetir pendapat ini dapat dikatakan efek  yang tidak diharapkan  dari perbuatan memberi  motivasi ekstrinsik kepada siswa adalah membuat siswa menjadi mudah terpengaruh, dan bisa saja siswa mudah menurun motivasi belajarnya karena dipengaruhi oleh sesuatu di lingkungan sekitarnya.
              Dalam kehidupan sehari-hari siswa bergabung dengan berbagai latarbelakang mental siswa yang lain.  Diantaranya ada yang bermental buruk.
Sesuai dengan pendapat Djamarah, Mental buruk ini tentu saja  mudah di serap oleh siswa yang  mendapat  motivasi ekstrinsik.   Bila anak  bertemu dengan orang yang malas belajar, maka iapun  menjadi malas belajar.   Jadi menurunnya motivasi belajar siswa  dapat terjadi  sebagai bentuk nyata dari rapuhnya kondisi psykologis siswa,  yang diakibatkan oleh pemberian motivasi ekstrinsik.
              Memotivasi siswa seperti seperti memuji (motivasi ekstrinsik) haruslah pada momen dan kondisi yang tepat.  Seperti dijelaskan sebelumnya bila pada  tid momen  yang tepat dapat mengandung makna ejekan   dan  sindiran.    Selain adanya makna ejekan dan sindiran maka pujian pun dapat memicu terjadianya kecemburuan dikalangan siswa  dan selanjutnya menurunkan motivasi belajar siswa.   Contohnya bila dalam proses belajar mengajar ada siswa yang selalu mendapat pujian, maka  siswa yang lain  mungkin cemburu.  Mereka merasa telah dikesampingkan karena telah terjadi pilih kasih.  Mereka merasa tidak diperhatikan,  mereka merasakan bahwa hanya orang tertentu saja yang baik . Akhirnya perasaan kecemburuan itu telah memicu pada menurunnya  motivasi belajar siswa.        
     Djamarah (2011:164)  mengatakan : Banyak anak didik yang iri terhadap anak didik tertentu yang lebih banyak mendapatkan tujuan  dan perhatian ekstra  dari guru .  Mereka   malas belajar karena menganggap guru  pilih kasih dalam  dalam melampiaskan kasih sayang.  Sikap  negatif anak didik ini  harus diredam  dengan menempatkan anak didik secara proporsional.   Pujian harus  diberikan secara  merata kepada anak didik sebagai individu,  bukan kepada yang canti atau yang pintar.  Dengan  begitu anak didik tidak antipati    terhadap    guru.    Tetapi  merupakan  figur yang disenagi dan dikagumi.

              Menurunnya  motivasi belajar siswa  akan selalu terkait dengan faktor-faktor  diluar  dirinya  dan faktor faktor  dari dalam dirinya.  Motivasi belajar siswa yang menurun berarti siswa mengurangi atau   mengabaikan     perhatiannya
terhadap kegiatan  belajar. Padahal  kegiatan belajar itu pada intinya untuk  mendapatkan pengetahuan, ketrampilan  dan penanaman sikap mental/nilai-nilai. Menghindari kegiatan belajar sebenarnya berpengaruh  dalam perkembangan  kepribadian .   Analoginya adalah  bila siswa tidak belajar  maka ia akan tidak akan  mendapatkan pengetahuan, ketramilan  dan  tidak terjadi penanaman sikap/ mental.
              Dimyati dan Mudjiono (2009:239) mengatakan : “ akibat penerimaan, penolakan  atau pengabaian kesempatan belajar tersebut akan berpengaruh  pada pekembangan kepribadian”


              2.  Beberapa Layanan Internet Dalam kaitannya dengan motivasi belajarsiswa
              Banyak manfaat yang bisa kita nikmati dalam  layanan internet.  Manfaat  yang dapat kita bisa kita dapatkan  di internet misalnya , mencari hiburan di internet, mencari berita dan informasi di internet, berbisnis di internet,  mempublikasikan foto dan tulisan di internet, berkomunikasi di internet,  menyimpan data di internet, dan  berbagai gratisan pun tersedia diinternet. 
              Disamping adanya manfaat internet bagi kehidupan manusia maka internetpun diakui telah membawa dampak negatif.   Didalam internet tersimpan berjuta bahkan bermilliar informasi yang dapat diakses oleh siapa saja.  Salah satu bentuk data yang tersimpan didalam internet yang dikhawatirkan paling berdampak buruk bagi remaja seperti siswa setingkat SMP (Sekolah Menengah Pertama ) adalah pornografi.  Data atau informasi pornografi ini tersimpan dalam bentuk yang berbeda.  Ada yang berbentuk teks , gambar  dan  ada pula yang gambar beserta  suara.   Bentuk teks maksudnya adalah cerita- cerita yang berbau sek,  gambar maksudnya adalah  foto- toto  syuur  dan mengedepankan seksualitas, serta  gambar dan beserta suara  maksudnya adalah vidio-vidieo porno.
              Bila mengetehaui alamat web dari  jaringan yang menyimpan informasi pornografi   maka setiap orang dapat membaca, melihat atau menontonnya.  Bagi  siswa yang berada  dalam golongan umur remaja  hal pornografi adalah sesuatu yang paling menarik perhatiannya. Sebab rasa  ingintahu yang tersimapan dalam dirinya serta dorongan seksualitas  yang mengarahkannya ketempat-tempat yang pas.  Warung-warung internet tampaknya  menjadi tempat yang pas, sebab biasanya pemilik warung internet tidak  selalu perduli  dengan berbagai macam situs  internet yang diakses oleh pengunjungnya. 
              Melalui  HP (hand phon) sebenarnya dapat juga  di akses situs-situs  yang berbau porno grafi tersebut, tapi berbagai alasan seperti  biaya, dan teknologi yang berbeda membuat pilihan  dijatuhkan untuk mengunjungi warung internet.   Bagi yang memiliki internet yang tersedia dirumahpun sebenarnya juga dapat   mengakses sistus situs porno tersebut.  Tapi alasan tertentu seperti  adanya orang tua, dan saudara yang memantau membuat  pilihan untuk mengunjungi  warung-warung internet.Tidak semua siswa mampu  mengatasi  ketertarikannya terhadap hal yang berbau seks.  Hal ini tergantung pada  kekuatan nilai moralitas dan nilai spritual seseorang.  Bila moralitas dan spritualitasnya baik, maka orang itu tentu dapat menahan  diri  atas hal-hal yang berbau pornografi.   Dengan  ketertarikanya kepada  ‘menu’ pornografi yang tersedia di internet  hal ini dapat melemahkan  atau menurunkan  motivasi belajar siswa.  Dikatakan dapat melemahkan motivasi belajar siswa karena siswa  tersebut tidak dapat mengalahkan atau mengabaikan ketertarikannya kepada situs pornografi , sehingga akhirnya  siswa  bolos dan berada di warung-warung internet pada saat kegiatan proses belajar mengajar  berlangsung disekolah.  
              Terkadang ,tanpa mengetahui  alamat web sistus-situs pornografipun layanan internet menyuguhkan pornografi.  Ketika tidak ada niatpun untuk  mencari situs porno grafi  tetapi layanan menyuguhkan pornografi.  Itulah slah satu kejahatan yang dapat kita temukan pada layanan internet.  Layanan internet tidak bisa steril  dari pornografi.  Jadi kejahatan pornografi yang ada di internet itu merasuki para siswa yang sudah pernah menyaksikannya.  Keesokan harinya pun ada kemungkinan  ia teringat, lalu  ia membolos dari sekolah.   Sesudah jam pulang sekolah siswa masih berada di warung internet, seharusnya ia akan pergi ladi  ke tempat-tempat bimbingan belajar , tapi ia tak dapat mengesampingkan “candunya”  internet.  Demikian hingga  seore, malam bahkan ada yang hingga pagi harinya  warung internet menjadi tempat yang sangat dinikmatinya.
     Djamarah (2011:246) mengatakan : kebangkitan  perilaku seksualitas  diatas  disebabkan faktor-faktor luar  diri remaja, seperti buku porno, filim cabul dan gambar porno.  Anak didik yang sudah pernah melakukan  perbuatan jahiliah itu  sulit untuk menerima pelajaran disekolah ,  karena mereka cenderung berkhayal  tentang kenikmatan seks.  keinginan untuk selalu  berdampingan  dengan lawan jenis  lebih besar dari pada hasrat  untuk belajar.  Kerinduanseksual yang tak tersalurkan  membuat mereka tidak dapat memusatkan perhatian  dalam belajar.

              Selain pornografi permainan game on-line turut menarik siswa yang tidak memiliki motivasi belajar.  Waktu demi waktu habis dalam permainan di warung internet. Permainan game on-line pun mampu mengalahkan motivasi belajarnya. Bagi siswa yang memiliki motivasi belajar yang kuat game on-line yang tersedia di internet  tidak mengganggu pemikirannya dan ia terus saja belajar.
              Layanan yang lain yang tersedia di internet adalah Chatting.  Melalui layanan ini kita dapat berkomunikasi dengan orang lain melalui tulisan.  Kita tidak dapat melihat ekspresi lawan bicara kita demikian juga sebaliknya .  Atau kita tidak menetahui siapa lawan bicara kita.   Namun demikian bagi sebagian siswa  ada saja yang maniak Chatting.  Rela mengabiskan waktu berjam-jam di depan layar komputer.   Alam pemikirannya tertuju kepada pembicaraan  yang  mengabaikan  tugasnya  sebagai pelajar.  Sebagai seorang siswa tugasnya seharusnya  adalah belajar.  Tapi Maniak chatting telah  merasuki jiwanya, dan mengalahkan motivasi belajarnya.  
              Pandia (2007 : 172-173)  mengatakan bahwa  ada bebrapa dampak negatif dari Chatting yaitu :  1. Mengobrol tidak senonoh;   Orang yang sedang chatting seringkali terjerumus kedalam pembicaraan yang tidak senonoh seperti pornografi.    2.  membuat rematik dan otot  pegal;  duduk didepan komputer  dalam jangka waktu yang lama dapat mengakibatkan penyakit rematik dan pegal-pegal pada otot punggung maupun jari tangan.   3.  maniak Chatting;   Chatting menjadi   sangat   menyenangkan    apalagi   bertemu      dengan orang yang tepat.    4. Berhubungan dekat dengan orang yang tidak jelas;  Tidaklah baik berhubungan dekat dengan orang yang tidak jelas,  sebab tidak semua orang yang kita temui  adalah orang yang jujur.
              Satu lagi layanan internet sebagai layanan jejaring sosial adalah Facebook dan tweter. Jejaring sosial ini pun  cukup ‘laris’ di seluruh dunia. Melalui jaringan ini seseorang dapat menjalin komunikasi  dengan  orang lain.  Melaui pesan teks yang kita kita kirim kita dapat saling bertukar informasi  atau
memberitahukan apa yang kita sudah lakukan kepada orang lain di seluruh dunia.  Jejaring sosial  ini pun punya daya magnetis yang kuat.   Banyak waktu yang tersita di depan layar komputer atau HP karena  bermain facebook atau tweeter. Waktu yang seharusnya dapat digunakan  untuk kegiatan belajar seperti membaca buku, mengerjakan PR dan tugas lain  habis di ‘telan’  facebook ataupun tweeter.
              Sofia dan Prianto (2010:158) mengatakan : “sekarang didunia termasuk  indonesia telah terserang “demam facebook”.
             
B.           Hasil Penelitian  Yang Relevan
              Dalam sebuah tulisan yang berjudul Dibalik  Menurunnya  Motivasi Belajar Siswa yang ditulis  oleh Hendriana yang berupa sebuah artikel yang dimuat oleh koran Singgalang menyebutkan Berkurangnya semangat belajar para siswa, pada akhirnya akan menyebabkan kurang betahnya siswa untuk mengikuti proses belajar di sekolah. Sehingga ada sebagian dari siswa yang lebih memilih untuk tidak hadir atau “cabut” di saat ada mata pelajaran atau salah seorang guru yang tidak disukainya.
              Tidak hanya sebatas faktor materi pelajaran dan cara guru yang kurang menarik dalam menyampaikan materi pelajaran yang menyebabkan berkurangnya semangat belajar para siswa. Lingkungan antarteman pun besar pengaruhnya. Apa yang dikatakan guru tidak lagi menjadi satu-satunya ukuran meskipun guru itu disegani. Ajakan-ajakan dari teman itu lebih berpengaruh. Tidak sedikit para siswa yang melakukan perbuatan asusila, seperti halnya merokok, minuman keras, narkoba, hingga perbuatan mesum lainnya. Di televisi pun hampir setiap tayangan-tayangan kriminal menyajikan perbuatan-perbuatan mesum, dimulai dari rekaman melalui handpone hingga tersebar melalui internet. Semua itu tidak lepas dari interaksi antar teman.
              Begitu banyak faktor-faktor yang menyebabkan berkurangnya semangat belajar para siswa dan perkembangan jiwa para remaja. Akan tetapi bagaimanapun keluarga dan sekolah masih tetap merupakan lingkungan primer dan sekunder artinya lingkungan pertama dan kedua yang berpengaruh terhadap perkembangan kepribadian dalam dunia anak dan remaja (siswa). Lingkungan masyarakat bisa begitu kuat berpengaruh pada umumnya disebabkan karena lingkungan primer dan sekunderlah yang sudah menurunkan kadar pengaruhnya. Oleh karena itu, untuk dapat mengurangi sebanyak mungkin pengaruh yang negatif, maka lingkungan orang tua dan pendidik di sekolahlah yang harus meningkatkan kembali fungsi mereka sebagai pengendali lingkungan primer dan sekunder.   Hendriana, koran Singgalang, Faktor dibalik menurunnya motivasi belajar siswa, diakses tanggal 1 juni 2012
              Purbo mengatakan dalam sebuah  Seminar Nasional TI (SNasTI) 2011 bertajuk "Peran TI dalam Membangun Pendidikan Berkarakter" yang dihadiri 40-an peneliti TI dan puluhan mahasiswa STIKOM Surabaya.  Internet juga mengajarkan keburukan yakni pornografi, terorisme, judi, dan sejenisnya. Bahkan, situs porno di dunia saat ini mencapai 10 juta situs dengan satu miliar halaman.   Purbo, AntaraNews.com, Peran TI dalam Membangun Pendidikan Berkarakter,  diakses 1 Juni 2012. < http://mindmapclubindonesia.blogspot.com/2011/10/onno-purbo-internet-ajarkan-karakter.html>
              Dalam sebuah koran Metro Siantar Menkominfo Tifatul Sembiring mengatakan bahwa  hasil penelitian  di 12 kota besar di Indonesia termasuk Medan ; 97 %  siswa SMP pernah membuka dan melihat serta menonton film porno.  92%  sudah pernah melakukan oral seks. 61% sudah pernah melakukan zinah, dan 21,2% sudah pernah melakukan aborsi.  Hasil penelitian itu dikemukakan oleh Tifatul Sembiring dalam  sebuah acara “Depkominfo Goes to Mall”  bersama PT Eksel Axiata Tbk, sebuah road show keseluruh indonesia  dalam rangka mendorong penggunaan internet sehat bagi seluruh pelajar dan mahasiswa indonesia.  Metro Siantar, diakses tanggal 1 juni 2012. <http://issuu.com/metrosiantar/docs/selasa_27_marer_2012?mode=window&pageNumber=1>
              Kepala Dinas Kominfo Ir.Zulkifli Sitepu mengaku khawatir terhadap penyalahgunaan tekhonologi komunikasi seperti warung internet oleh kalangan pelajar.  Dalam rajia yang dilakukan fihaknya ditemukan siswa SD dan SMP yang bermain internet di saat jam-jam pelajaran.  Oleh karena itu Ia mengajak sekolah-sekolah turut mengawasi penggunaan internet oleh para pelajar terutama pada jam jam sekolah . Kemajuan teknologi internet telah menjadi bisnis saat ini. Sementara pantauan Analisa di lapangan anak sekolah bermain internet saat jam pelajaran khususnya di Jalan Sunggal. Kondisi ini ternyata tidak mendapat perhatian pengeloa warnet. Selain itu, anak-anak tersebut ternyata tidak memanfaatkan warnet sebagai media mencari ilmu tapi lebih untuk bermain game online. Koran
Analisa, Diskominfo Minta Dinas Pendidikan Ajak Sekolah Awasi Warnet; diakses tanggal 1 jumi 2012 http://www.analisadaily.com/news/read/2012/03/31/43373/diskominfo_minta_dinas_pendidikan_ajak_sekolah_awasi_warnet/#.T8kTZGUc1Y1
            Suyatno (2011 :9-11)  dalam penelitian  di SMP/ SMA diwilayah kabupten bogor  mengatakan: sebanyak 99 siswa (61,11% dari jumlah responden) menikmati pornografi di warnet. Padahal secara  global siswa (93,83 %) mengetahui haramnya  pornografi    .Penelitian mengungkapkan bahwa siwa mendapatkan materi pornografi  cukup beragam, Seperti dari teman, dari HP, dari warnet dan membeli. Sumber mereka mendapatkan  materi pornografi  yang  lebih dominan adalah melalui teman dan melalui internet .Dan dari data yang diperoleh melalui angket  menunjukkan bahwa  pornografi membuat kecanduan. Pernyataan kecanduan ini didukung oleh data angket yang mengatakan bahwa  15,43 % siswa ingin menikamti lagi pornografi.  Dalam penelitian yang dilakukan, dengan menggunakan analisa regresi  diperoleh hasil bahwa pornografi dapat menurunkan motivasi belajar siswa namun tidak signifikan.  Penelitian juga  mengungkapkan bahwa pornografi  mempengaruhi kedisiplinan siswa . Hasil regresi miniab  dimana  diperoleh hasil  bahwa 95 %  pornografi  mempengaruhi kedisiplinan secara  signifikan .   Jurnal pendidikan dompet duafa  edisi I/2011 : Pengaruh Pornografi Terhadap Perilaku Belajar Siswa (Studi Kasus : Sekolah Menengah X) diakses  1 juni 2012 ; <http://purwoudiutomo.com/wp-content/uploads/2011/09/
Pengaruh-Pornografi-terhadap-Perilaku-Belajar Siswa.pdf>

c.        Rangkuman Kajian Pustaka
1.                     Sardiaman A.M ( 2007 : 91 ) mengatakan : Dalam kegiatan belajar-   mengajar peran motivasi baik intrinsik dan ekstinsik  sangat diperlukan . Dengan motivasi, pelajar dapat mengembangkan aktifitas dan inisiatif , dapat mengarahkan dan memelihara ketekunan dalam melaksanakan  kegiatan belajar.
2.         Sardiaman A.M ( 2007:91) mengatakan: Perlu ditegaskan, bukan berarti  motivasi  ekstrensik  ini tidak baik dan tidak penting  .  Dalam kaitan  belajar mengajar tetap penting  sebab kemungkinan besar  keadaan siswa itu dinamis , berubah ubah , dan juga mungkin komponen-komponen lain  dalam proses belajar-mengajar  ada yang kurang menarik bagi siswa , sehinnga diperlukan motivasi ekstrinsik.
3.      Djamarah (2011:152) mengatakan :Baik motivasi ekstrinsik yang positif dan motifasi ektrinsik yang negatif  sama-sama mempengaruhi sikap dan perilaku anak didik. Diakui angka, ijazah,pujian, hadiah  dan sebagainya berpengaruh positif  dengan merangsang anak didik untuk giat belajar. Sedangkan ejekan, celaan, hukuman yang menghina sindiran kasar, dansebagainya  berpengaruh negatif dan  merenggangnya  hubungan    guru dengan anak didik. Jadilah guru sebagai orang yang dibenci oleh anak didik.   Efek pengiringnya, mata pelajaran yang dipegang guru itu tidak disukai anak didik.

4.         Djamarah  (2011:152 – 156) Beliau mengatakan bahwa  ada  efek  yang tidak diharapkan  dari  pemberian   motivasi  ekstrinsik yaitu  kecenderungan  ketergantungan  anak didik  terhadap sesuatu diluar dirinya. Anak juga kurang percaya diri , bermental pengharapan dan mudah terpengaruh
5.         Djamarah (2011:164)  mengatakan : Banyak anak didik yang iri terhadap anak didik tertentu yang lebih banyak mendapatkan tujuan  dan perhatian ekstra  dari guru .  Mereka   malas belajar karena menganggap guru  pilih kasih dalam  dalam melampiaskan kasih sayang.  Sikap  negatif anak didik ini  harus diredam  dengan menempatkan anak didik secara proporsional.   Pujian harus  diberikan secara  merata kepada anak didik sebagai individu,  bukan kepada yang canti atau yang pintar.  Dengan  begitu anak didik tidak antipati    terhadap    guru.    Tetapi  merupakan  figur yang disenagi dan dikagumi
6.         Dimyati dan Mudjiono (2009:239) mengatakan : “ akibat penerimaan, penolakan  atau pengabaian kesempatan belajar tersebut akan berpengaruh  pada pekembangan kepribadian”
7.         Djamarah (2011:246) mengatakan : kebangkitan  perilaku seksualitas  diatas  disebabkan faktor-faktor luar  diri remaja, seperti buku porno, filim cabul dan gambar porno.  Anak didik yang sudah pernah melakukan  perbuatan jahiliah itu  sulit untuk menerima pelajaran disekolah ,  karena mereka cenderung berkhayal  tentang kenikmatan seks.  keinginan untuk selalu  berdampingan  dengan lawan jenis  lebih besar dari pada hasrat  untuk belajar.  Kerinduanseksual yang tak tersalurkan  membuat mereka tidak dapat memusatkan perhatian  dalam belajar.
8.           Pandia (2007 : 172-173)  mengatakan bahwa  ada bebrapa dampak negatif dari Chatting yaitu :  1. Mengobrol tidak senonoh;   Orang yang sedang chatting seringkali terjerumus kedalam pembicaraan yang tidak senonoh seperti pornografi.    2.  membuat rematik dan otot  pegal;  duduk didepan komputer  dalam jangka waktu yang lama dapat mengakibatkan penyakit rematik dan pegal-pegal pada otot punggung maupun jari tangan.   3.  maniak Chatting;   Chatting menjadi   sangat   menyenangkan    apalagi   bertemu      dengan orang yang tepat.    4. Berhubungan dekat dengan orang yang tidak jelas;  Tidaklah baik berhubungan dekat dengan orang yang tidak jelas,  sebab tidak semua orang yang kita temui  adalah orang yang jujur.
9.           Sofia dan Prianto (2010:158) mengatakan : “sekarang didunia termasuk  indonesia telah terserang “demam facebook”.
10.         Purbo mengatakan dalam sebuah  Seminar Nasional TI (SNasTI) 2011 Internet juga mengajarkan keburukan yakni pornografi, terorisme, judi, dan sejenisnya
11.         Menkominfo Tifatul Sembiring mengatakan bahwa  hasil penelitian  di  kota besar di Indonesia termasuk Medan ; 97 %  siswa SMP pernah membuka dan melihat serta menonton film porno.  92%  sudah pernah melakukan oral seks. 61% sudah pernah melakukan zinah, dan 21,2% sudah pernah melakukan aborsi.
12.             Kepala Dinas Kominfo Ir.Zulkifli Sitepu mengaku khawatir terhadap penyalahgunaan tekhonologi komunikasi seperti warung internet oleh kalangan pelajar.  Dalam rajia yang dilakukan fihaknya ditemukan siswa SD dan SMP yang bermain internet di saat jam-jam pelajaran.
13.         Suyatno (2011 :9-11)  dalam penelitian  di SMP/ SMA diwilayah kabupten bogor  mengatakan       sebanyak 99 siswa (61,11% dari jumlah responden) menikmati pornografi di warnet. pornografi membuat kecanduan.  bahwa pornografi dapat menurunkan motivasi belajar siswa namun tidak signifikan.  Penelitian juga  mengungkapkan bahwa pornografi  mempengaruhi kedisiplinan siswa . Hasil regresi miniab    diperoleh hasil  bahwa 95 %  pornografi  mempengaruhi kedisiplinan secara  signifikan .  






PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS SIMALUNGUN
PEMATANGSIANTAR
2012


T E S I S

ANALISIS  MENURUNNYA  MOTIVASI BELAJAR SISWA DI KOTA PEMATANGSIANTAR

Oleh
RAJUTA SEMBIRING
NPM : 111351019

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat
Untuk Memperoleh Gelar Magister Sains (M.Si)
dalam  Program Studi Ilmu Perencanaan  Wilayah dan Kota
Universitas Simalungun



PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS SIMALUNGUN
PEMATANGSIANTAR
2012

BAB I
PENDAHULUAN
1.1         Latar Belakang Masalah
              Salah satu fenomena pendidikan yang dapat kita temui di kota Pematangsiantar adalah banyaknya siswa yang dapat kita temui  diwarung warung internet baik ketika  proses belajar mengajar di sekolah sedang berlangsung maupun diluar jam sekolah. Siswa bermain dengan bebasnya, dan pelajaran pun ditinggalkan . Tampaknya warung internet menjadi tempat yang nyaman bagi para siswa, karena disana  mereka dapat melakukan  apa yang mereka mau.
              Ketersediaan internet dikota Pematangsiantar di satu sisi telah meresahkan orang tua, dan fihak sekolah serta Pemerintah Kota Pematangsiantar.   Tidak sedikit orang tua yang cemas karena anak yang mereka cintai belum juga tiba dirumah, yang seharusnya menurut jadwal-jadawal belajar anak bahwa anak itu sudah tiba dirumah.  Sehingga orang tua harus direpotkan oleh ulah sianak.  Orang tua harus mencari putra/putri mereka ketempat-tempat yang belum pasti.   Para guru disekolah harus mempertanyakan ketidak hadiran mereka kalamana mereka  cabut atau tidak hadir disekolah karena alasan-alasan yang mencurigakan.  Pemerintah Kota Pematangsiantar mendapat tambahan tugas untuk merazia para siswa yang berkeliaran dipusat-pusat keramaian pada jam-jam belajar, dan tidak sedikit siswa yang terjaring razia kasih sayang di temukan di warung-warung internet.
              Sebagai contoh, dalam suatu razia Kasih Sayang  yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Pematangsiantar  dalam hal ini Polsek Siantar Utara Kota pada hari Jumat , 24 February 2012 yang beru lalu, sebanyak  13 (tiga belas) siswa  terjaring di warung internet dan bilyard dalam suatu operasi rajia kasih sayang yang dilakukan oleh Polsek Siantar Utara Kota.  Mereka  berada di warung internet dan bilyard  karena bolos sekolah. Operasi kasih sayang  ketika itu dilakukan  sekitar pukul 10.00 dipimpin Kapolsek Siantar Utara AKP M Nababan.    TRIBUNnews, Bolos Saat Sekolah 13 Pelajar di ciduk Polisi , diakses tanggal  17 Mei 2012 <http://www.tribunnews.com/2012/02/24/bolos-saat-sekolah-13-pelajar-diciduk-polisi>
              Pada berita lain Ekspos NEWS menuliskan bahwa Razia Kasih Sayang yang dilakukan Selasa ,21 Februari 2012 terjaring 48 (empat puluh delapan siswa), dan uniknya   satu diantaranya  masih duduk dikelas  IV SD dari salah satu SD Negeri di Naga Huta.  Ia mengaku  sejak berangkat dari rumah  pukul 6.30  langsung menuju warnet dan bermain poin blank.  Menurut Tim Polres Pematangsiantar yang melakukan Rajia Kasih sayang tersebut, mereka membagi tim menjadi 2 (dua), satu tim berhasil menjaring 36 (tiga puluh enam) siswa yang terdiri dari 25 (dua puluh lima) siswa SLTA dan 11 (sebelas) siswa SLTP yang keseluruhannya laki-laki.  Sementara  tim yang satunya lagi berhasil menjaring  8 (delapan) siswa SLTA, yang terdiri dari 7 (tujuh) laki-laki dan 1 (satu) perempuan.  Selanjutnya menjaring lagi 4 (empat ) siswa lagi yang terdiri dari 3 (tiga) siswa SMP dan 1 (satu ) siswa  SD. Seluruh siwa ditemukan di warnet, bilyard dan Pasar horas  pada  jam belajar disekolah sedang berlangsung. Kasat Pembinaan Masyarakat (Binmas) Polres Pematangsiantar  AKP T.Sitepu mengatakan  Operasi kasih sayang ini merupakan kegiatan  yang rutin dilakukan
untuk menekan jumlah siswa yang bolos. Eksposnews, Siswa SD di Siantar Terjaring Razia Kasih Sayang, di akses tanggal 17 Mei 2012 <http://eksposnews.com/view/14/32397/Siswa-SD-di-Siantar-Terjaring-Razia-Kasih-Sayang.html>
              Dalam sebuah  berita Metro Siantar menuliskan Rajia Kasih Sayang yang dilakukan Rabu, 29 Februari 2012 oleh Tim Patroli sekolah Dinas Pendidikan Pematangsiantar berhasil menjaring 35 (tiga pulu lima) orang pelajar  di Siantar. Ketua tim Patroli Sekolah Juniar Sinaga mengatakan, penangkapan itu dilakukan berdasarkan informasi dari masyarakat. Katanya, siswa tertangkap sekira pukul 11.00 WIB dari lokasi warnet di Jalan Diponegoro, Siantar Plaza Jalan Merdeka dan Pasar Horas. Metro Siantar, Rajia kasih sayang, 35  siswa terjaring. Diakses  17 Mei 2012. <http://www.metrosiantar.com/index.php/Metro-Siantar/razia-kasih-sayang-35-siswa-terjaring.html>
              Razia yang dilakukan oleh Polres Kota Pematangsiantar dan  Tim Patroli Sekolah Dinas Pendidkan Pematangsiantar sebenarnya adalah penggalan dari keseluruhan  kegiatan  yang terjadi di warung-warung Internet di kota Pematangsiantar . Apa yang mereka lakukan masih terbatas pada siang hari.  Rajia Kasih Sayang bila dilakukan di malam hari  maka akan menjaring lebih banyak pelajar di kota Pematangsiantar.  Sebab menurut pengamatan Penulis banyak pelajar di Kota Pematangsiantar masih berada di warung-warung internet hingga larut malam bahkan hingga pagi hari.
              Dari beberapa informasi diatas memberikan keterangan kepada kita bahwa telah terjadi suatu fenomena baru  kehidupan pelajar  dikota Pematangsiantar. Seharusnya sebagai seorang pelajar hendaklah menunjukkan sikap dan perilaku pelajar. Ketika jam-jam sekolah sedang berlangsung maka pelajar patutnya berada disekolah, dan bila malam telah tiba pelajar patutnya berda dirumah,  mengerjakan PR yang diberikan oleh Guru atau mempersiapkan keperluan untuk bersekolah besok harinya.
               Internet tampaknya telah mengusik motivasi  belajar sebagian siswa di kota Pematangsiantar.  Para pelajar yang terusik motivasi  belajarnya  karena  sesuatu hal menunjukkan bahwa sebenarnya telah terjadi penurunan motivasi belajar sebagai dampak dari internet.  Secara teori bila terjadi penurunan motivasi belajar , maka akan segera tampak pada hasil belajar yang semakin buruk.   Bila hasil belajar dibiarkan semakin buruk oleh karena terusiknya  motivasi  belajar siswa karena dampak negatif internet maka sudah seharusnyalah  dikerahkan berbagai upaya untuk memulihkan hal itu. 
              Perlu diketahui bahwa motivasi  belajar adalah satu hal yang perlu ditumbuhkan, di pelihara , dijaga dan dikembangkan  dalam rangka meraih hasil belajar yang optimal.  Seseorang dapat gagal karena tidak memliki motivasi  belajar walaupun  dia memiliki inteligensia yang cukup.
          Sardiaman A.M (2007:84-85) mengatakan: Begitu juga untuk belajar sangat diperlukan adanya motivasi .  Motivation is an essensial condition of learning.  Hasil belajar akan menjadi optimal , kalau ada motivasi.  Makin tepat motivasi yang diberikan, akan makin berhasil pula pelajaran itu.Jadi motivasi akan senantiasa menentukan intensitas usaha belajar bagi para siswa.

              Dalam perkembangan terkini dinegara kita masalah pendidikan menjadi isu penting.  Kebijakan-kebijakan pemerintah yang pro-pendidikan dapat kita telusuri dari berbagai perundang-undangan yang ada.   UUD NRI Tahun 1945 telah mengamanatkan  anggaran pendidikan minimal 20% dari APBN serta dari APBD untuk memenuhi kebutuhan  penyelenggaran pendidikan nasional.  Porsi anggaran pendidikan  minimal  20 %  dari APBN serta dari APBD  adalah satu keputusan  konstitusional yang menunjukkan  kesadaran bangsa Indonesia  akan perlunya memajukan Pendidikan Nasional  untuk mengejar berbagai ketertinggalan Bangsa Indonesia . Terlebih lagi adalah suatu cita-cita untuk mensejajarkan Bangsa ini sejajar dengan bangsa-bangsa terkemuka di dunia.  Keputusan yang menetapkan anggaran pendidikan minimal 20% dari APBN serta dari APBD adalah suatu refleksi kesadaran Bangsa Indonesia  akan perlunya anak anak Indonesia bersekolah dan harapan tidak akan adalagi anak-anak Indonesia yang putus sekolah karena ketiadaan biaya.  Namun andaikan ada siswa di Pematangsiantar harus putus sekolah karena dampak negatif Internet  maka dapat dikatakan anak anak Indonesia yang bersekolah di Pematangsiantar  tidak merespon amanat UUD NRI tahun 1945.  Andaikan juga anak anak Indonesia yang bersekolah di Pematangsiantar telah menurun motivasi belajarnya karena dampak negatif internet maka kiranya kajian-kajian melalui penelitian perlu diadakan  untuk mengetahui seluk beluk yang terjadi didalamnya,  sehingga dapat diterapkan langkah langkah yang tepat  untuk pencerahannya.
              Sejatinya tidak boleh ada anak-anak dikota Pematangsiantar menjadi menurun motivasi  belajarnya karena ketersediaan layanan internet. Anak-anak kota ini diharapkan  memilki motivasi  belajar yang tinggi  untuk terus belajar  agar hasil belajarnya dapat optimal, sehingga  dikemudian hari dapat meneruskan tongkat estafet perjuangan membangun kota Pematangsiantar.  Ketersediaan  internet di kota Pematangsiantar  tidaklah bermaksud menurunkan Motivasi  belajar siswa di Kota Pematangsiantar.  Sejatinya  layanan internet di Kota Pematangsiantar adalah wujud dari perkembangan Teknologi informasi komputer yang memudahkan setiap penggunanya dalam mengakses  berbagai informasi yang berguna bagi dirinya.  Namun bila terjadi bukan seperti peruntukannya maka perlu diadakan penelitian tentang gejala-gejala yang timbul.  Oleh karena itu penulis ingin melakukan penelitian yang lebih mendalam  tentang permasalah yang  fenomenal dan  aktual saat ini di pematangsiantar, dengan judul penelitaian “Analisa Menurunnya Motivasi Bealajar Siswa Di Kota Pematangisiantar”
              Motivasi belajar sangatlah penting untuk dapat menggerakkan kegiatan belajar.  Melalui kegiatan belajar  maka kita memperoleh  manfaat seperti tambahnya ilmu pengetahuan dan pengalaman baru, serta terjadinya perubahan tingkahlaku . Oleh karena  melalui belajar diketahui memperoleh manfaat  maka Bangsa Indonesia  menyelenggarakan suatu  pendidikan nasional  agar Bangsa Indonesia dapat menjadi bangsa yang maju dan bangsa yang terkemuka.  Bila motivasi belajar menurun  berati intensitas usaha belajar menurun yang berujung pada  rendahnya hasil usaha belajar seperti tidak  adanya prestasi.
          Sardiaman A.M (2007:85-86) mengatakan : Seseorang melakukan  suatu usaha karena  adanya motivasi.  Adanya motivasi yang baik dalam belajar akan menunjukkan hasil yang baik.  Dengan kata lain dengan adanya usaha yang tekun dan terutama didasari oleh adanya motivasi, maka seseorang yang belajar itu  akan dapat melahirkan prestasi yang baik.  Intensitas motivasi seorang siswa akan sangat menentukan tingkat pencapaian prestasi belajarnya.

           Dimyati dan Mudjono (2009:5) mengatakan :” bila siswa belajar maka akan terjadi  perubahan mental  pada diri siswa”   Mencermati pendapat ini  maka pantaslah setiap  orang tua  menginginkan anaknya belajar.  Oleh  karena itu setiap orang tua rela  mengeluarkan banyak biaya untuk menyekolahkan anaknya.  Harapan orang tua  bila anaknya belajar maka  semakin baiklah mental anaknya.
Tetapi harus diingat bahwa  motivasilah yang menggerakkan  belajar itu.  Tanpa  motivasi  kegiatan belajar itu tidak dilakukan.
          Mc.Donal dalam Sardiaman A.M (2007: 74 ) mengatakan: bahwa motivasi itu mengawali terjadinya perubahan energi  pada diri setiap individu manusia.  Perkembangan   motivasi akan membawa beberapa perubahan energi dalam sistem” neurophysiologikal “ yang ada pada organisme  manusia .  Karena menyangkut  perubahan energi  manusia ( walaupun  motivasi  itu muncul  dari dalam diri manusia ), penampakannya  akan menyangkut  kegiatan fisik  manusia.

              Bila melihat fenomena pendidikan  yang terjadi dikota Pematangsiantar seperti banyaknya siswa berada di warung-warung internet pada saat kegiatan belajar mengajar disekolah sedang berlangsung,  dan dikaitkan dengan  teori –teori motivasi belajar maka dapat diketahui betapa pentinganya  melakukan  kajian yang mendalam  tentang  fenomena itu.  Sebab bila fenomena itu tidak segera di atasi akan dapat mengakibatkan semakin meningkatnya  jumlah siswa yang bolos sekolah.    Dalam  fenomena  ini adanya  siswa yang bolos tersebut  adalah merupakan  bukti motivasi belajar siswa yang menurun .  Bila  motivasi belajar siswa di kota Pematangsiantar menurun  maka perkembangan kota akan terhambat sebab nantinya para siswa itulah yang akan meneruskan tongkat estafet pembangunan  kota Pematangsiantar.   Selain itu  membiarkan motivasi belajar siwa menurun   berarti : membiarkan perkembangan mental anak-anak kota Pematangsiantar pada arah yang tidak jelas,  membiarkan mereka tidak  turut serta berpartisipasi untuk  mengembangkan  ilmu pengetahuan , membiarkan mereka menjadi “virus” disekolah-sekolah di kota  Pematangsiantar,  membiarkan mereka kehilangan masa depannya , membiarkan mereka menjadi korban kekejaman perkembangan teknologi.

         
1.2.        Fokus Permasalah dan  Pertanyaan Penelitian
              Internet memang bukan  hal yang baru lagi di kota Pematangsiantar. Banyak orang kita temukan di warung-warung internet sedang asyiknya  bermain internet.  Pengunjungnya tidak terbatas pada golongan orang tertentu  saja,  ada yang  masih berstatus masih duduk di Sekolah Dasar,  Sekolah Menengah Pertama,  Sekolah Menengah  Atas  dan Maha Siswa ,  anak putus sekolah dll.
Kehadiran Internet membawa dampak positif maupun negatif.  Dalam penelitian ini yang akan dikedepankan adalah tentang menganalisa menurunnya  motivasi belajar siswa  sebagai dampak negatif  kehadiran internet.  Bila di identifikasi beberapa fenomena sosial yang  tampak bahwa motivasi siswa menurun segai dampak negatif kehadiran internet adalah seperti  terdapat dibawah ini:
1.           Sejumlah siswa ditemukan  telah membolos dari sekolah dan tempat-tempat  privat les, para siswa tersebut ditemukan di warung internet
2.           Sejumlah siswa ditemukan masih berada di warung internet sampai malam hari, tengah malam dan bahkan hingga pagi harinya.
3.           Sejumlah siswa lebih senang  menghabiskan waktu dengan bermain game online , mengakses jejaring sossial internet seperti Face Book, dan twiter, serta situs-situs pornografi
             
              Dalam penelitian ini penulis memiliki sejumlah keterbatasan  seperti dana, waktu,  tenaga, kemampuan akademik  sehingga tidak semua masalah diteliti dan penelitian ini terbatas objek penelitian yaitu siswa  SMP (Sekolah Menengah Pertama)  Negeri yang ada di kota Pematangsiantar.
              Adapun  fokus permasalah dalam penelitian ini adalah :
1.    Mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan menurunnya  motivasi  belajar siswa  SMP Negeri di Kota Pematangsiantar.
2.    Mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan sejumlah siswa SMP Negeri Kota Pematangsiantar  menjadikan warung-warung internet sebagai sasaran tempat  bermain .
3.    Menganalisa  sejauh manakah menurunnya motivisai belajar siswa SMP Negeri di kota Pematangsiantar menurun akibat internet?
              Untuk lebih  operasional   apa  sebenarnya yang  menjadi fokus permasalahan yang harus dijawab dalam penelitian ini   maka selanjutnya dirumuskanlah pertanyaan penelitiannya  sebagai berikut :
1.    Faktor-faktor  apakah yang menyebabkan menurunnya  motivasi  belajar siswa  SMP Negeri di Kota Pematangsiantar.
2.    Faktor-faktor apakah yang menyebabkan sejumlah siswa SMP Negeri Kota Pematangsiantar  menjadikan warung-warung internet sebagai sasaran tempat  bermain .
3.    Sejauh manakah  motivisai belajar siswa SMP Negeri di kota Pematangsiantar menurun akibat internet?
.
1.3         Tujuan Penelitian
              Adapun tujuan penelitian ini adalah:    
1.    Menemukan faktor-faktor yang menyebabkan   motivasi  belajar siswa  SMP Negeri di Kota Pematangsiantar menurun.
2.    Menemukan faktor-faktor yang menyebabkan sejumlah siswa SMP Negeri Kota Pematangsiantar  menjadikan warung-warung internet sebagai sasaran tempat  bermain .
3.    menemukan Sejauh manakah  motivisai belajar siswa SMP Negeri di kota Pematangsiantar menurun akibat internet?

1.4         Kegunaan/Manfaat Penelitian
              Penelitian ini diharapkan dapat berguna/bermanfaat baik dari segi keilmuan/teoritis  maupun dari segi praktis/fragmatis  yaitu:
1.           Dari segi keilmuan/teoritis hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dan memberikan konstribusi untuk mengembangkan ilmu pengetahuan  khususnya mengenai faktor-faktor yang menyebabkan  motivasi belajar siswa yang menurun, faktor-faktor yang  menyebabkan siswa menjadikan warung internet  menjadi sasaran  tempat bermain, serta  sejauhmana motivasi belajar siswa menurun akibat internet.
2.           Dari segi praktis/fragmatis hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan: 
             a. Kepada Pemerintah kota Pematangsiantar beserta jajarannya sebagai bahan pertimbangan untuk mengambil langkah-langkah  yang bersifat prefentif bagaimana menyusun rencana penertiban dan pelayanan penggunaan akses internet kepada siswa , sehingga internet tidak berdampak negatif terhadap motivasi belajar siswa
b.  Kepada orang tua siswa untuk bahan evaluasi dalam mengawasi
     dan  membina putra/putrinya sehingga motivasi belajar anak-anaknya tetap terjaga walaupun teknologi informasi dan komunikasi berkembang pesat.
c.  Disamping kedua manfaat praktis/fragmatis diatas penelitian ini  berguna sebagai  syarat  mengikuti ujian thesis pada Program Pasca Sarjana  (S-2)  program studi Ilmu Perencanaan wilayah dan Kota di Universitas Simalungun Pematangsiantar  dalam rangka memenuhi sebagian syarat memperoleh gelar Magister Sains (M.Si).    

1.5       Defenisi Operasional Istilah
           
            Dalam tesis ini ada beberapa istilah  yang perlu dijelaskan  agar  setiap pembaca mendapat pemahaman yang sama dari istilah-istilah yang digunakan, seperti :
1.           Analisis
            Menurut  kamus  besar bahasa indonesia  (Departemen Pendidikan Nasional 2005 : 43)  analisa adalah :1.Penyelidikan terhadap sesuatu peristiwa (karangan,perbuatan,dsb) untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya (sebab musabab, duduk perkaranya,dsb)   2.penjabaran sesudah dikaji sebaik baiknya. 
3. Pemecahan persoalan yang dimulai dengan dugaan  akan kebenarannya.
            Menurut  Azis,F (2009:9) analisis adalah:”Kajian atau telaah terhadap sesuatu untuk mengetahui keadaan sebenarnya”.
            Dalam penelitian ini defenisi  operasional istialah analisis adalah  mengkaji , menelaah dan menjabarkan suatu persoalan untuk mengetahui keadaan sebenarnya.
2.           Menurunnya Motivasi belajar
              Kata  menurunnya  berasal  dari kata  menurun.  Dalam bahasa indonesia
              kata menurun berasal dari kata dasar turun. 
            Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Departemen Pendidikan Nasioanal 2005: 1229 ) turun artinya 1.bergerak kearah bawah;  bergerak ketempat yang lebih rendah dari semula .2. surut   3.  menjadi kurang ( rendah, susut,sedikit, dsb)   4.menjadi lemah .     menurun  artinya : 1. makin kedepan makin kebawah    2.pergi kebawah    3. berangsur-angsur  turun(berkurang, surut).
            Dalam tulisan ini defenisi operasional  menurunnya  berarti  menjadi lemah, berangsur angsur  surut. 
            Kata motivasi berasal dari kata ‘motif” . Motif diartikan  sebagai daya upaya  yang mendorong seseorang  untuk melakukan sesuatu.  Motivasi dapat dikatakan  serangkaian usaha  untuk menyediakan kondisi-kondisi tertentu, sehingga seseorang  mau dan ingin melakukan sesuatu, dan bila ia tidak suka  maka akan berusaha  untuk meniadakan  atau mengelakkan  perasaan tidak suka itu. (Sardiaman A.M 2007 :73-75)
            Dalam penelitian ini defenisi operasional motivasi adalah  adanya  dorongan dari dalam diri siswa   untuk melakukan kegiatan dan bila tidak suka  maka orang tersebut mampu mengatasi ketidaksukaannya  itu.
              Sekarang timbul pertanyaan, apakah belajar itu sebenarnya?  Samakah belajar itu dengan latihan , dengan menghafal dengan  pengumpulan fakta, dan studi? Tentu saja  banyak pendapat  yang mungkin satu dengan  yang lainnya berbeda.  Misalnya ada yang berpendapat  bahwa belajar merupakan kegiatan menghafal sejumlah fakta-fakta.  Guru merasa puas jika siswa-siswa telah sanggup menghapal  sejumlah  fakta.  Pendapat lain mengatakan bahwa belajar adalah sama dengan latihan, sehingga hasil belajar tampak dalam keterampilan tertentu. (Slameto 2003 : 1)
          Djamarah (2000:13) menyimpulkan tentang defenisi belajar adalah  serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan
     tingkahlaku  sebagai hasil dari pengalaman individu  dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut koqnitif, afektif , dan psykomotor.
              Dalam penelitian  ini defenisi operasional belajar adalah kegiatan untuk memperoleh sejumlah pengetahuan baik melalui menghafal, membaca buku buku yang berkaitan dengan pelajaran sekolah , mendengarkan informasi atau penjelasan mengenai materi pelajaran  yang diberikan guru , berlatih / mengerjakan PR yang yang diberikan guru untuk memperoleh kemampuan  menguasai materi materi pelajaran yang diberikan oleh guru di sekolah  sehingga terjadi perubahan  mental, sikap dan perilaku kearah yang lebih baik
          Dimyati dan Mudjono  (2009 : 239 ) mengatakan: motivasi belajar  merupakan kekuatan mental yang mendorong terjadinya proses belajar.  Motivasi belajar pada diri siswa  dapat menjadi lemah .  Lemahnya motivasi atau  tiadanya  motivasi belajar akan melemahkan  kegiatan belajar.  selanjutnay mutu hasil belajar  akan menjadi rendah . oleh karena itu  motivasi belajar pada diri siswa perlu diperkuat terus menerus .  Agar siswa memiliki motivasi belajar  yang kuat , pada tempatnya diciptakan  suasana belajar yang menggembirakan.

              Dalam penelitian ini  defenisi operasional  motivasi belajar adalah adanya dorongan dari dalam diri siswa  untuk melakukan kegiatan belajar dan bila mana siswa tidak suka belajar maka siswa tersebut  mampu mengatasi ketidaksukaanya.
              Jadi secara keseluruhan defenisi operasioanal menurunnya motifasi belajar   dalam tulisan ini adalah  berangsur angsur surut  atau melemahnya dorongan dalam diri siswa untuk melakukan kegiatan belajar.
3.           Siswa SMP negeri 
              Dalam  Tulisan ini yang dimaksud dengan siswa adalah semua murid baik laki laki dan perempuan yang masih bersekolah  (terdaftar namanya )  
pada satuan pendidikan tingkat Sekolah Menegah Pertama (SMP) dimana sekolah tersebut berstatus negeri dan bukan swasta.
             
















BAB  II

STUDI  KEPUSTAKAAN
A.           Pembahasan Teori
              1.    Motivasi  Belajar dan masalahnya
              Menganalisa tentang motivasi belajar berarti menelaah, mengkaji dan menjabarkan tentang ada tidaknya kekuatan atau dorongan dalam diri manusia itu, seberapa besar kekuatan atau dorongan dalam diri manusia itu,dari mana sumbernya dorongan itu serta apa saja faktor yang berpengaruh kepada seseorang  sehingga seseorang itu  melakukan suatu kegiatan yang namanya belajar.    Bagi sebagian orang tidaklah mudah  untuk mengarahkan dirinya untuk mau belajar.  Didalam dirinya tidak ditemukan kemampuan atau energi untuk mengarahkan diri kepada kegiatan belajar.  Orang tersebut  merasa sangat sulit untuk mengabaikan atau mengatasi berbagai hambatan atau gangguan  untuk melakukan kegiatan belajar.   Sementara diketahui bahwa begitu banyaknya terdapat hal yang bisa mengganggu atau menghambat usaha belajar.
              Agar dapat melakukan kegiatan belajar  maka didalam diri orang tersebut harus ada dorongan untuk melakukan kegiatan belajar.   Semakin besar dorongan tersebut maka semakin intens (bergelora dan penuh semangat) seseorang tersebut belajar.  Sebaliknya  bila  dorongan  itu kecil atau tidak ada  maka orang tersebut hanya  sedikit sekali atau malah tidak melakukan kegiatan belajar, atau disebut malas belajar.
              Dorongan atau motivasi untuk belajar itu  ada yang berasal dari dalam diri  dan ada yang berasal dari luar diri.  Dorongan atau motivasi dari dalam   diri  
disebut  motivasi intrinsik.  Seseorang mau belajar atau melakukan kegiatan belajar  bukan karena  dorongan dari luar.  Sebagai contoh  seseorang  yang senang membaca, tidak usah ada yang menyuruh,  ia sudah rajin membaca buku-buku.  Tujuannya adalah untuk mendapatkan  pengetahuan  atau ilmu dari buku-buku yang dibacanya,  bukan karena  ingin mendapat pujian atau yang lain -lain .
              Berbeda dengan motivasi ekstrinsik.   Motivasi ini  akan mendorong seseorang  untuk melakukan kegiatan belajar  karena dipengaruhi oleh faktor perangsangan dari luar.  Misalnya  kalau besok akan mengadapi ujian, maka ia akan belajar hari ini atau malam ini, agar ia mendapat punten yang bagus dan harapannya temannya atau kekasihnya akan memuji ia. Jadi ia belajar bukan karena ingin mendapatkan pengetahuan, tetapi ia ingin mendapatkan  nilai yang bagus, lalu dipuji oleh teman atau kekasihnya.
              Kedua bentuk  motivasi ini sangat diperlukan untuk mengawal agar kegiatan belajar setiap siswa tidak menurun.   Kedua Bentuk motivasi ini baik intrinsik dan ekstrinsik  sama-sama penting. 
       Sardiaman A.M ( 2007 : 91 ) mengatakan : Dalam kegiatan belajar-mengajar peran motivasi baik intrinsik dan ekstinsik  sangat diperlukan . Dengan motivasi, pelajar dapat mengembangkan aktifitas dan inisiatif , dapat mengarahkan dan memelihara ketekunan dalam melaksanakan  kegiatan belajar.

              Belajar tidak pernah sepi dari diri seseorang yang memiliki motivasi intrinsik.  Ia ingin selalu maju dalam belajar.  Kesadarannya yang besar akan  kebutuhan ilmu  untuk masa kini dan  masa depannnya membuat ia gemar belajar. Ia akan mencari berbagai ilmu dari berbagai buku buku yang dibacanya. Bagi  sesorang yang tidak memiliki motivasi intrinsik sulit  sekali      baginya untuk belajar sendiri.  Orang yang memilki motivasi intrinsik senang melakukan kegiatan belajar sendiri.  Kegiatan belajar itu dilatar belakangi oleh pemikirannya yang positif  bahwa semua mata pelajaran  yang dipelajari sekarang  akan dibutuhkan dan sangat berguna untuk masa kini dan masa yang akan datang.
              Namun perlu disadari, sekalipun motivasi intrinsik yang tadinya telah ada dalam diri siswa dapat saja  menjadi berubah, menjadi menurun atau melemah.  Sebab tidak ada yang permanen ,tetap dan kekal.  Yang tetap atau  permanen atau yang kekal adalah perubahan.   Perubahan ini mungkin saja terjadi dalam diri siswa  karena  diri siswa juga berubah,  atau perubahan itu terjadi  mungkin saja karena berbagai komponen dalam proses belajar mengajar  ada yang tidak menarik  bagi siswa.
     Sardiaman A.M ( 2007:91) mengatakan: Perlu ditegaskan, bukan berarti  motivasi  ekstrensik  ini tidak baik dan tidak penting  .  Dalam kaitan  belajar mengajar tetap penting  sebab kemungkinan besar  keadaan siswa itu dinamis , berubah ubah , dan juga mungkin komponen-komponen lain  dalam proses belajar-mengajar  ada yang kurang menarik bagi siswa , sehinnga diperlukan motivasi ekstrinsik.

              Dalam perubahan  yang terjadi pada diri siswa dapat membuat motivasi intrinsik pada siswa menurun sehingga  motivasi belajar siswa menurun.  Menurunnya  motivasi intirnsik itu dapat pula menurun pada diri siswa karena  berbagai komponen dalam proses belajar – mengajar itu  ada yang kurang menarik bagi siwa,  sehingga menurunpulalah  motivasi belajarnya.
              Kala mana telah terjadi perubahan dalam diri siswa yang membuat motivasi intrinsiknya menurun maka disinilah diperlukan motivasi ekstrensik.  Motivasi  ektrinsik menggerakkan siswa untuk belajar, namun  bukan pada esensi belajarnya.  Kegiatan belajar yang dilakukan oleh siswa didasari oleh motif diluar   
esensi apa yang dipelajarinya.   Dapat dicontohkan, ketika seorang  ibu belajar  membaca maka motif belajar baginya bukanlah untuk mengetahui membaca, tetapi diluar dari pada itu.  Motifnya  misalnya supaya tetangga memuji dia karena sudah tahu membaca.  
              Dalam kegiatan belajar mengajar disekolah setiap guru selalu mendorong siswanya untuk mau belajar.  Berbagai  macam cara dilakukan oleh guru untuk memotivasi siswanya  agar siswanya mau belajar.  Memberi hadiah  bagi para jura di sekolah  ketika pembagian rapor , memuji  siswa yang dapat menjawab  PR dengan benar,  menyapa siswa dengan ramah, membuat kegiatan perlombaan, dll adalah merupakan  usaha agar siswa termotivasi belajar.  Guru yang berhasil  memotivasi anak untuk belajar akan tampak dari kegiatan siswa  belajar.   Tetapi  bila guru tidak berhasil memotivasi siswa belajar  maka kita akan menemukan  siswa yang malas belajar.  Kegiatan belajar  siswa menjadi tidak kelihatan ada.  Siswa menjauhi kegiatan membaca buku, menjauhi pekerjaan mengerjakan PR,  tidak mau perduli ketika guru menjelaskan tentang materi pelajaran. Tanda-tanda seperti itu adalah merupakan konotasi menurunnya  motivasi belajar siswa.
              Dalam menggerakkan siswa belajar adakalanya motivasi ekstrinsik menjadi bersifat negatif ataupun menjadi bersifat positip.   Kesalahan Guru dalam penggunaan motivasi ekstrinsik ini bukan justru membuat siswa menjadi termotovasi belajar, tetapi yang terjadi adalah sebaliknya.  Motivasi belajar siswa menjadi menurun. Siswa menjadi benci kepada guru tersebut dan tidak lagi berminat kepada  mata pelajaran yang diampu guru tersebut.
              Motivasi ekstrinsik yang bersifat positip seperti pujian, hadiah,     piagam
penghargaan atau bentuk bentuk yang lain dapat merangsang  siswa untuk belajar.
Selain itu  respon terhadap perilaku siswa pun dapat bersifat positip. Disamping  kegiatan belajarnya yang semakin intens               maka perilaku yang menunjukkan siswa sebagi anak yang terdidik pun tampak dalam kehidupan sehari-harinya.
              Motivasi ekstrinsik yang bersifat negatif  seringakali tidak menunjang proses interaksi  belajar mengajar yang tidak edukatif.  Memberikan hukuman kepada siswa yang tidak mengerjakan PR seperti diberlakukannya hukuman fisik,ejekan, dan sindiran mungkin akan  membuat siswa menjadi perduli dan mau belajar.  Pekerjaan  Rumah  yang tadinya jarang /tidak pernah dikerjakan , kini menjadi dikerjakan.  Pemberian hukuman itu memang menggerakkan siswa untuk melakukan kegiatan belajar. Tetapi pemberian hukuman itu memiliki efek pengirng seperti terjadinya kerenggangan hubungan antara guru dengan siswa.   Siswa dapat saja menjadi benci kepaga guru dan tidak menyukai lagi berbagai hal dari guru tersebut.  Kondisi seperti ini dapat menurunkan motivasi belajar siswa, atau melemahkan motivasi belajar siswa.
              Memuji  sebagai salah satu bentuk motivasi ektrinsik hendaklah dalam situasi yang proporsioanl.  Bila pujian itu tidak pada momen dan porsi yang tepat maka akan berubah menjadi ejekan, sindiran . Maka kealpaan seperti ini hendaklah menjadi perhatian setiap guru, Sebab dapat menurunkan motivasi belajar siswa.
          Djamarah (2011:152) mengatakan :Baik motivasi ekstrinsik yang positif dan motifasi ektrinsik yang negatif  sama-sama mempengaruhi sikap dan perilaku anak didik. Diakui angka, ijazah,pujian, hadiah  dan sebagainya berpengaruh positif  dengan merangsang anak didik untuk giat belajar. Sedangkan ejekan, celaan, hukuman yang menghina sindiran kasar, dansebagainya  berpengaruh negatif dan  merenggangnya  hubungan    guru
     dengan anak didik. Jadilah guru sebagai orang yang dibenci oleh anak didik.   Efek pengiringnya, mata pelajaran yang dipegang guru itu tidak disukai anak didik.

              Djamarah  (2011:152 – 156) mengatakan bahwa  ada beberapa prinsip-prinsip  motivasi  dalam belajar  yaitu :1.Motivasi Sebagai  Dasar Penggerak Yang Mendorong Aktivitas Belajar.   2.  Motivasi intrinsik lebih utama  dari pada  motivasi ekstrinsik.   3. Motivasi  pujian lebih baik dari pada hukuman. 4.Motivasi Berhubungan erat  dengan kebutuhan  dalam belajar.   5. Motivasi  dapat memupuk optimisme dalam  belajar.    6.  Motivasi  melahirkan pretasi dalam belajar.  
              Ada satu hal yang menjadi perahatian dalam keterangan  Djamarah mengenai prisip-prinsip motivasi dalam belajar. Beliau mengatakan bahwa  ada  efek  yang tidak diharapkan  dari  pemberian   motivasi  ekstrinsik yaitu  kecenderungan  ketergantungan  anak didik  terhadap sesuatu diluar dirinya. Anak juga kurang percaya diri , bermental pengharapan dan mudah terpengaruh. oleh karena itulah motivasi intrinsik lebih utama dari motivasi ekstrinsik.   
              Pendapat Djamarah  yang  memberi penjelasan  bahwa anak yang diberi motivasi ekstrinsik menjadi mudah terpengaruh.  Menyetir pendapat ini dapat dikatakan efek  yang tidak diharapkan  dari perbuatan memberi  motivasi ekstrinsik kepada siswa adalah membuat siswa menjadi mudah terpengaruh, dan bisa saja siswa mudah menurun motivasi belajarnya karena dipengaruhi oleh sesuatu di lingkungan sekitarnya.
              Dalam kehidupan sehari-hari siswa bergabung dengan berbagai latarbelakang mental siswa yang lain.  Diantaranya ada yang bermental buruk.
Sesuai dengan pendapat Djamarah, Mental buruk ini tentu saja  mudah di serap oleh siswa yang  mendapat  motivasi ekstrinsik.   Bila anak  bertemu dengan orang yang malas belajar, maka iapun  menjadi malas belajar.   Jadi menurunnya motivasi belajar siswa  dapat terjadi  sebagai bentuk nyata dari rapuhnya kondisi psykologis siswa,  yang diakibatkan oleh pemberian motivasi ekstrinsik.
              Memotivasi siswa seperti seperti memuji (motivasi ekstrinsik) haruslah pada momen dan kondisi yang tepat.  Seperti dijelaskan sebelumnya bila pada  tid momen  yang tepat dapat mengandung makna ejekan   dan  sindiran.    Selain adanya makna ejekan dan sindiran maka pujian pun dapat memicu terjadianya kecemburuan dikalangan siswa  dan selanjutnya menurunkan motivasi belajar siswa.   Contohnya bila dalam proses belajar mengajar ada siswa yang selalu mendapat pujian, maka  siswa yang lain  mungkin cemburu.  Mereka merasa telah dikesampingkan karena telah terjadi pilih kasih.  Mereka merasa tidak diperhatikan,  mereka merasakan bahwa hanya orang tertentu saja yang baik . Akhirnya perasaan kecemburuan itu telah memicu pada menurunnya  motivasi belajar siswa.        
     Djamarah (2011:164)  mengatakan : Banyak anak didik yang iri terhadap anak didik tertentu yang lebih banyak mendapatkan tujuan  dan perhatian ekstra  dari guru .  Mereka   malas belajar karena menganggap guru  pilih kasih dalam  dalam melampiaskan kasih sayang.  Sikap  negatif anak didik ini  harus diredam  dengan menempatkan anak didik secara proporsional.   Pujian harus  diberikan secara  merata kepada anak didik sebagai individu,  bukan kepada yang canti atau yang pintar.  Dengan  begitu anak didik tidak antipati    terhadap    guru.    Tetapi  merupakan  figur yang disenagi dan dikagumi.

              Menurunnya  motivasi belajar siswa  akan selalu terkait dengan faktor-faktor  diluar  dirinya  dan faktor faktor  dari dalam dirinya.  Motivasi belajar siswa yang menurun berarti siswa mengurangi atau   mengabaikan     perhatiannya
terhadap kegiatan  belajar. Padahal  kegiatan belajar itu pada intinya untuk  mendapatkan pengetahuan, ketrampilan  dan penanaman sikap mental/nilai-nilai. Menghindari kegiatan belajar sebenarnya berpengaruh  dalam perkembangan  kepribadian .   Analoginya adalah  bila siswa tidak belajar  maka ia akan tidak akan  mendapatkan pengetahuan, ketramilan  dan  tidak terjadi penanaman sikap/ mental.
              Dimyati dan Mudjiono (2009:239) mengatakan : “ akibat penerimaan, penolakan  atau pengabaian kesempatan belajar tersebut akan berpengaruh  pada pekembangan kepribadian”


              2.  Beberapa Layanan Internet Dalam kaitannya dengan motivasi belajarsiswa
              Banyak manfaat yang bisa kita nikmati dalam  layanan internet.  Manfaat  yang dapat kita bisa kita dapatkan  di internet misalnya , mencari hiburan di internet, mencari berita dan informasi di internet, berbisnis di internet,  mempublikasikan foto dan tulisan di internet, berkomunikasi di internet,  menyimpan data di internet, dan  berbagai gratisan pun tersedia diinternet. 
              Disamping adanya manfaat internet bagi kehidupan manusia maka internetpun diakui telah membawa dampak negatif.   Didalam internet tersimpan berjuta bahkan bermilliar informasi yang dapat diakses oleh siapa saja.  Salah satu bentuk data yang tersimpan didalam internet yang dikhawatirkan paling berdampak buruk bagi remaja seperti siswa setingkat SMP (Sekolah Menengah Pertama ) adalah pornografi.  Data atau informasi pornografi ini tersimpan dalam bentuk yang berbeda.  Ada yang berbentuk teks , gambar  dan  ada pula yang gambar beserta  suara.   Bentuk teks maksudnya adalah cerita- cerita yang berbau sek,  gambar maksudnya adalah  foto- toto  syuur  dan mengedepankan seksualitas, serta  gambar dan beserta suara  maksudnya adalah vidio-vidieo porno.
              Bila mengetehaui alamat web dari  jaringan yang menyimpan informasi pornografi   maka setiap orang dapat membaca, melihat atau menontonnya.  Bagi  siswa yang berada  dalam golongan umur remaja  hal pornografi adalah sesuatu yang paling menarik perhatiannya. Sebab rasa  ingintahu yang tersimapan dalam dirinya serta dorongan seksualitas  yang mengarahkannya ketempat-tempat yang pas.  Warung-warung internet tampaknya  menjadi tempat yang pas, sebab biasanya pemilik warung internet tidak  selalu perduli  dengan berbagai macam situs  internet yang diakses oleh pengunjungnya. 
              Melalui  HP (hand phon) sebenarnya dapat juga  di akses situs-situs  yang berbau porno grafi tersebut, tapi berbagai alasan seperti  biaya, dan teknologi yang berbeda membuat pilihan  dijatuhkan untuk mengunjungi warung internet.   Bagi yang memiliki internet yang tersedia dirumahpun sebenarnya juga dapat   mengakses sistus situs porno tersebut.  Tapi alasan tertentu seperti  adanya orang tua, dan saudara yang memantau membuat  pilihan untuk mengunjungi  warung-warung internet.Tidak semua siswa mampu  mengatasi  ketertarikannya terhadap hal yang berbau seks.  Hal ini tergantung pada  kekuatan nilai moralitas dan nilai spritual seseorang.  Bila moralitas dan spritualitasnya baik, maka orang itu tentu dapat menahan  diri  atas hal-hal yang berbau pornografi.   Dengan  ketertarikanya kepada  ‘menu’ pornografi yang tersedia di internet  hal ini dapat melemahkan  atau menurunkan  motivasi belajar siswa.  Dikatakan dapat melemahkan motivasi belajar siswa karena siswa  tersebut tidak dapat mengalahkan atau mengabaikan ketertarikannya kepada situs pornografi , sehingga akhirnya  siswa  bolos dan berada di warung-warung internet pada saat kegiatan proses belajar mengajar  berlangsung disekolah.  
              Terkadang ,tanpa mengetahui  alamat web sistus-situs pornografipun layanan internet menyuguhkan pornografi.  Ketika tidak ada niatpun untuk  mencari situs porno grafi  tetapi layanan menyuguhkan pornografi.  Itulah slah satu kejahatan yang dapat kita temukan pada layanan internet.  Layanan internet tidak bisa steril  dari pornografi.  Jadi kejahatan pornografi yang ada di internet itu merasuki para siswa yang sudah pernah menyaksikannya.  Keesokan harinya pun ada kemungkinan  ia teringat, lalu  ia membolos dari sekolah.   Sesudah jam pulang sekolah siswa masih berada di warung internet, seharusnya ia akan pergi ladi  ke tempat-tempat bimbingan belajar , tapi ia tak dapat mengesampingkan “candunya”  internet.  Demikian hingga  seore, malam bahkan ada yang hingga pagi harinya  warung internet menjadi tempat yang sangat dinikmatinya.
     Djamarah (2011:246) mengatakan : kebangkitan  perilaku seksualitas  diatas  disebabkan faktor-faktor luar  diri remaja, seperti buku porno, filim cabul dan gambar porno.  Anak didik yang sudah pernah melakukan  perbuatan jahiliah itu  sulit untuk menerima pelajaran disekolah ,  karena mereka cenderung berkhayal  tentang kenikmatan seks.  keinginan untuk selalu  berdampingan  dengan lawan jenis  lebih besar dari pada hasrat  untuk belajar.  Kerinduanseksual yang tak tersalurkan  membuat mereka tidak dapat memusatkan perhatian  dalam belajar.

              Selain pornografi permainan game on-line turut menarik siswa yang tidak memiliki motivasi belajar.  Waktu demi waktu habis dalam permainan di warung internet. Permainan game on-line pun mampu mengalahkan motivasi belajarnya. Bagi siswa yang memiliki motivasi belajar yang kuat game on-line yang tersedia di internet  tidak mengganggu pemikirannya dan ia terus saja belajar.
              Layanan yang lain yang tersedia di internet adalah Chatting.  Melalui layanan ini kita dapat berkomunikasi dengan orang lain melalui tulisan.  Kita tidak dapat melihat ekspresi lawan bicara kita demikian juga sebaliknya .  Atau kita tidak menetahui siapa lawan bicara kita.   Namun demikian bagi sebagian siswa  ada saja yang maniak Chatting.  Rela mengabiskan waktu berjam-jam di depan layar komputer.   Alam pemikirannya tertuju kepada pembicaraan  yang  mengabaikan  tugasnya  sebagai pelajar.  Sebagai seorang siswa tugasnya seharusnya  adalah belajar.  Tapi Maniak chatting telah  merasuki jiwanya, dan mengalahkan motivasi belajarnya.  
              Pandia (2007 : 172-173)  mengatakan bahwa  ada bebrapa dampak negatif dari Chatting yaitu :  1. Mengobrol tidak senonoh;   Orang yang sedang chatting seringkali terjerumus kedalam pembicaraan yang tidak senonoh seperti pornografi.    2.  membuat rematik dan otot  pegal;  duduk didepan komputer  dalam jangka waktu yang lama dapat mengakibatkan penyakit rematik dan pegal-pegal pada otot punggung maupun jari tangan.   3.  maniak Chatting;   Chatting menjadi   sangat   menyenangkan    apalagi   bertemu      dengan orang yang tepat.    4. Berhubungan dekat dengan orang yang tidak jelas;  Tidaklah baik berhubungan dekat dengan orang yang tidak jelas,  sebab tidak semua orang yang kita temui  adalah orang yang jujur.
              Satu lagi layanan internet sebagai layanan jejaring sosial adalah Facebook dan tweter. Jejaring sosial ini pun  cukup ‘laris’ di seluruh dunia. Melalui jaringan ini seseorang dapat menjalin komunikasi  dengan  orang lain.  Melaui pesan teks yang kita kita kirim kita dapat saling bertukar informasi  atau
memberitahukan apa yang kita sudah lakukan kepada orang lain di seluruh dunia.  Jejaring sosial  ini pun punya daya magnetis yang kuat.   Banyak waktu yang tersita di depan layar komputer atau HP karena  bermain facebook atau tweeter. Waktu yang seharusnya dapat digunakan  untuk kegiatan belajar seperti membaca buku, mengerjakan PR dan tugas lain  habis di ‘telan’  facebook ataupun tweeter.
              Sofia dan Prianto (2010:158) mengatakan : “sekarang didunia termasuk  indonesia telah terserang “demam facebook”.
             
B.           Hasil Penelitian  Yang Relevan
              Dalam sebuah tulisan yang berjudul Dibalik  Menurunnya  Motivasi Belajar Siswa yang ditulis  oleh Hendriana yang berupa sebuah artikel yang dimuat oleh koran Singgalang menyebutkan Berkurangnya semangat belajar para siswa, pada akhirnya akan menyebabkan kurang betahnya siswa untuk mengikuti proses belajar di sekolah. Sehingga ada sebagian dari siswa yang lebih memilih untuk tidak hadir atau “cabut” di saat ada mata pelajaran atau salah seorang guru yang tidak disukainya.
              Tidak hanya sebatas faktor materi pelajaran dan cara guru yang kurang menarik dalam menyampaikan materi pelajaran yang menyebabkan berkurangnya semangat belajar para siswa. Lingkungan antarteman pun besar pengaruhnya. Apa yang dikatakan guru tidak lagi menjadi satu-satunya ukuran meskipun guru itu disegani. Ajakan-ajakan dari teman itu lebih berpengaruh. Tidak sedikit para siswa yang melakukan perbuatan asusila, seperti halnya merokok, minuman keras, narkoba, hingga perbuatan mesum lainnya. Di televisi pun hampir setiap tayangan-tayangan kriminal menyajikan perbuatan-perbuatan mesum, dimulai dari rekaman melalui handpone hingga tersebar melalui internet. Semua itu tidak lepas dari interaksi antar teman.
              Begitu banyak faktor-faktor yang menyebabkan berkurangnya semangat belajar para siswa dan perkembangan jiwa para remaja. Akan tetapi bagaimanapun keluarga dan sekolah masih tetap merupakan lingkungan primer dan sekunder artinya lingkungan pertama dan kedua yang berpengaruh terhadap perkembangan kepribadian dalam dunia anak dan remaja (siswa). Lingkungan masyarakat bisa begitu kuat berpengaruh pada umumnya disebabkan karena lingkungan primer dan sekunderlah yang sudah menurunkan kadar pengaruhnya. Oleh karena itu, untuk dapat mengurangi sebanyak mungkin pengaruh yang negatif, maka lingkungan orang tua dan pendidik di sekolahlah yang harus meningkatkan kembali fungsi mereka sebagai pengendali lingkungan primer dan sekunder.   Hendriana, koran Singgalang, Faktor dibalik menurunnya motivasi belajar siswa, diakses tanggal 1 juni 2012
              Purbo mengatakan dalam sebuah  Seminar Nasional TI (SNasTI) 2011 bertajuk "Peran TI dalam Membangun Pendidikan Berkarakter" yang dihadiri 40-an peneliti TI dan puluhan mahasiswa STIKOM Surabaya.  Internet juga mengajarkan keburukan yakni pornografi, terorisme, judi, dan sejenisnya. Bahkan, situs porno di dunia saat ini mencapai 10 juta situs dengan satu miliar halaman.   Purbo, AntaraNews.com, Peran TI dalam Membangun Pendidikan Berkarakter,  diakses 1 Juni 2012. < http://mindmapclubindonesia.blogspot.com/2011/10/onno-purbo-internet-ajarkan-karakter.html>
              Dalam sebuah koran Metro Siantar Menkominfo Tifatul Sembiring mengatakan bahwa  hasil penelitian  di 12 kota besar di Indonesia termasuk Medan ; 97 %  siswa SMP pernah membuka dan melihat serta menonton film porno.  92%  sudah pernah melakukan oral seks. 61% sudah pernah melakukan zinah, dan 21,2% sudah pernah melakukan aborsi.  Hasil penelitian itu dikemukakan oleh Tifatul Sembiring dalam  sebuah acara “Depkominfo Goes to Mall”  bersama PT Eksel Axiata Tbk, sebuah road show keseluruh indonesia  dalam rangka mendorong penggunaan internet sehat bagi seluruh pelajar dan mahasiswa indonesia.  Metro Siantar, diakses tanggal 1 juni 2012. <http://issuu.com/metrosiantar/docs/selasa_27_marer_2012?mode=window&pageNumber=1>
              Kepala Dinas Kominfo Ir.Zulkifli Sitepu mengaku khawatir terhadap penyalahgunaan tekhonologi komunikasi seperti warung internet oleh kalangan pelajar.  Dalam rajia yang dilakukan fihaknya ditemukan siswa SD dan SMP yang bermain internet di saat jam-jam pelajaran.  Oleh karena itu Ia mengajak sekolah-sekolah turut mengawasi penggunaan internet oleh para pelajar terutama pada jam jam sekolah . Kemajuan teknologi internet telah menjadi bisnis saat ini. Sementara pantauan Analisa di lapangan anak sekolah bermain internet saat jam pelajaran khususnya di Jalan Sunggal. Kondisi ini ternyata tidak mendapat perhatian pengeloa warnet. Selain itu, anak-anak tersebut ternyata tidak memanfaatkan warnet sebagai media mencari ilmu tapi lebih untuk bermain game online. Koran
Analisa, Diskominfo Minta Dinas Pendidikan Ajak Sekolah Awasi Warnet; diakses tanggal 1 jumi 2012 http://www.analisadaily.com/news/read/2012/03/31/43373/diskominfo_minta_dinas_pendidikan_ajak_sekolah_awasi_warnet/#.T8kTZGUc1Y1
            Suyatno (2011 :9-11)  dalam penelitian  di SMP/ SMA diwilayah kabupten bogor  mengatakan: sebanyak 99 siswa (61,11% dari jumlah responden) menikmati pornografi di warnet. Padahal secara  global siswa (93,83 %) mengetahui haramnya  pornografi    .Penelitian mengungkapkan bahwa siwa mendapatkan materi pornografi  cukup beragam, Seperti dari teman, dari HP, dari warnet dan membeli. Sumber mereka mendapatkan  materi pornografi  yang  lebih dominan adalah melalui teman dan melalui internet .Dan dari data yang diperoleh melalui angket  menunjukkan bahwa  pornografi membuat kecanduan. Pernyataan kecanduan ini didukung oleh data angket yang mengatakan bahwa  15,43 % siswa ingin menikamti lagi pornografi.  Dalam penelitian yang dilakukan, dengan menggunakan analisa regresi  diperoleh hasil bahwa pornografi dapat menurunkan motivasi belajar siswa namun tidak signifikan.  Penelitian juga  mengungkapkan bahwa pornografi  mempengaruhi kedisiplinan siswa . Hasil regresi miniab  dimana  diperoleh hasil  bahwa 95 %  pornografi  mempengaruhi kedisiplinan secara  signifikan .   Jurnal pendidikan dompet duafa  edisi I/2011 : Pengaruh Pornografi Terhadap Perilaku Belajar Siswa (Studi Kasus : Sekolah Menengah X) diakses  1 juni 2012 ; <http://purwoudiutomo.com/wp-content/uploads/2011/09/
Pengaruh-Pornografi-terhadap-Perilaku-Belajar Siswa.pdf>

c.        Rangkuman Kajian Pustaka
1.                     Sardiaman A.M ( 2007 : 91 ) mengatakan : Dalam kegiatan belajar-   mengajar peran motivasi baik intrinsik dan ekstinsik  sangat diperlukan . Dengan motivasi, pelajar dapat mengembangkan aktifitas dan inisiatif , dapat mengarahkan dan memelihara ketekunan dalam melaksanakan  kegiatan belajar.
2.         Sardiaman A.M ( 2007:91) mengatakan: Perlu ditegaskan, bukan berarti  motivasi  ekstrensik  ini tidak baik dan tidak penting  .  Dalam kaitan  belajar mengajar tetap penting  sebab kemungkinan besar  keadaan siswa itu dinamis , berubah ubah , dan juga mungkin komponen-komponen lain  dalam proses belajar-mengajar  ada yang kurang menarik bagi siswa , sehinnga diperlukan motivasi ekstrinsik.
3.      Djamarah (2011:152) mengatakan :Baik motivasi ekstrinsik yang positif dan motifasi ektrinsik yang negatif  sama-sama mempengaruhi sikap dan perilaku anak didik. Diakui angka, ijazah,pujian, hadiah  dan sebagainya berpengaruh positif  dengan merangsang anak didik untuk giat belajar. Sedangkan ejekan, celaan, hukuman yang menghina sindiran kasar, dansebagainya  berpengaruh negatif dan  merenggangnya  hubungan    guru dengan anak didik. Jadilah guru sebagai orang yang dibenci oleh anak didik.   Efek pengiringnya, mata pelajaran yang dipegang guru itu tidak disukai anak didik.

4.         Djamarah  (2011:152 – 156) Beliau mengatakan bahwa  ada  efek  yang tidak diharapkan  dari  pemberian   motivasi  ekstrinsik yaitu  kecenderungan  ketergantungan  anak didik  terhadap sesuatu diluar dirinya. Anak juga kurang percaya diri , bermental pengharapan dan mudah terpengaruh
5.         Djamarah (2011:164)  mengatakan : Banyak anak didik yang iri terhadap anak didik tertentu yang lebih banyak mendapatkan tujuan  dan perhatian ekstra  dari guru .  Mereka   malas belajar karena menganggap guru  pilih kasih dalam  dalam melampiaskan kasih sayang.  Sikap  negatif anak didik ini  harus diredam  dengan menempatkan anak didik secara proporsional.   Pujian harus  diberikan secara  merata kepada anak didik sebagai individu,  bukan kepada yang canti atau yang pintar.  Dengan  begitu anak didik tidak antipati    terhadap    guru.    Tetapi  merupakan  figur yang disenagi dan dikagumi
6.         Dimyati dan Mudjiono (2009:239) mengatakan : “ akibat penerimaan, penolakan  atau pengabaian kesempatan belajar tersebut akan berpengaruh  pada pekembangan kepribadian”
7.         Djamarah (2011:246) mengatakan : kebangkitan  perilaku seksualitas  diatas  disebabkan faktor-faktor luar  diri remaja, seperti buku porno, filim cabul dan gambar porno.  Anak didik yang sudah pernah melakukan  perbuatan jahiliah itu  sulit untuk menerima pelajaran disekolah ,  karena mereka cenderung berkhayal  tentang kenikmatan seks.  keinginan untuk selalu  berdampingan  dengan lawan jenis  lebih besar dari pada hasrat  untuk belajar.  Kerinduanseksual yang tak tersalurkan  membuat mereka tidak dapat memusatkan perhatian  dalam belajar.
8.           Pandia (2007 : 172-173)  mengatakan bahwa  ada bebrapa dampak negatif dari Chatting yaitu :  1. Mengobrol tidak senonoh;   Orang yang sedang chatting seringkali terjerumus kedalam pembicaraan yang tidak senonoh seperti pornografi.    2.  membuat rematik dan otot  pegal;  duduk didepan komputer  dalam jangka waktu yang lama dapat mengakibatkan penyakit rematik dan pegal-pegal pada otot punggung maupun jari tangan.   3.  maniak Chatting;   Chatting menjadi   sangat   menyenangkan    apalagi   bertemu      dengan orang yang tepat.    4. Berhubungan dekat dengan orang yang tidak jelas;  Tidaklah baik berhubungan dekat dengan orang yang tidak jelas,  sebab tidak semua orang yang kita temui  adalah orang yang jujur.
9.           Sofia dan Prianto (2010:158) mengatakan : “sekarang didunia termasuk  indonesia telah terserang “demam facebook”.
10.         Purbo mengatakan dalam sebuah  Seminar Nasional TI (SNasTI) 2011 Internet juga mengajarkan keburukan yakni pornografi, terorisme, judi, dan sejenisnya
11.         Menkominfo Tifatul Sembiring mengatakan bahwa  hasil penelitian  di  kota besar di Indonesia termasuk Medan ; 97 %  siswa SMP pernah membuka dan melihat serta menonton film porno.  92%  sudah pernah melakukan oral seks. 61% sudah pernah melakukan zinah, dan 21,2% sudah pernah melakukan aborsi.
12.             Kepala Dinas Kominfo Ir.Zulkifli Sitepu mengaku khawatir terhadap penyalahgunaan tekhonologi komunikasi seperti warung internet oleh kalangan pelajar.  Dalam rajia yang dilakukan fihaknya ditemukan siswa SD dan SMP yang bermain internet di saat jam-jam pelajaran.
13.         Suyatno (2011 :9-11)  dalam penelitian  di SMP/ SMA diwilayah kabupten bogor  mengatakan       sebanyak 99 siswa (61,11% dari jumlah responden) menikmati pornografi di warnet. pornografi membuat kecanduan.  bahwa pornografi dapat menurunkan motivasi belajar siswa namun tidak signifikan.  Penelitian juga  mengungkapkan bahwa pornografi  mempengaruhi kedisiplinan siswa . Hasil regresi miniab    diperoleh hasil  bahwa 95 %  pornografi  mempengaruhi kedisiplinan secara  signifikan .  

T E S I S

ANALISIS MENURUNNYA  MOTIVASI  BELAJAR  SISWA DI KOTA PEMATANGSIANTAR

Oleh
RAJUTA SEMBIRING
NPM : 111351019





PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS SIMALUNGUN
PEMATANGSIANTAR
2012


T E S I S

ANALISIS  MENURUNNYA  MOTIVASI BELAJAR SISWA DI KOTA PEMATANGSIANTAR

Oleh
RAJUTA SEMBIRING
NPM : 111351019

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat
Untuk Memperoleh Gelar Magister Sains (M.Si)
dalam  Program Studi Ilmu Perencanaan  Wilayah dan Kota
Universitas Simalungun



PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS SIMALUNGUN
PEMATANGSIANTAR
2012

BAB I
PENDAHULUAN
1.1         Latar Belakang Masalah
              Salah satu fenomena pendidikan yang dapat kita temui di kota Pematangsiantar adalah banyaknya siswa yang dapat kita temui  diwarung warung internet baik ketika  proses belajar mengajar di sekolah sedang berlangsung maupun diluar jam sekolah. Siswa bermain dengan bebasnya, dan pelajaran pun ditinggalkan . Tampaknya warung internet menjadi tempat yang nyaman bagi para siswa, karena disana  mereka dapat melakukan  apa yang mereka mau.
              Ketersediaan internet dikota Pematangsiantar di satu sisi telah meresahkan orang tua, dan fihak sekolah serta Pemerintah Kota Pematangsiantar.   Tidak sedikit orang tua yang cemas karena anak yang mereka cintai belum juga tiba dirumah, yang seharusnya menurut jadwal-jadawal belajar anak bahwa anak itu sudah tiba dirumah.  Sehingga orang tua harus direpotkan oleh ulah sianak.  Orang tua harus mencari putra/putri mereka ketempat-tempat yang belum pasti.   Para guru disekolah harus mempertanyakan ketidak hadiran mereka kalamana mereka  cabut atau tidak hadir disekolah karena alasan-alasan yang mencurigakan.  Pemerintah Kota Pematangsiantar mendapat tambahan tugas untuk merazia para siswa yang berkeliaran dipusat-pusat keramaian pada jam-jam belajar, dan tidak sedikit siswa yang terjaring razia kasih sayang di temukan di warung-warung internet.
              Sebagai contoh, dalam suatu razia Kasih Sayang  yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Pematangsiantar  dalam hal ini Polsek Siantar Utara Kota pada hari Jumat , 24 February 2012 yang beru lalu, sebanyak  13 (tiga belas) siswa  terjaring di warung internet dan bilyard dalam suatu operasi rajia kasih sayang yang dilakukan oleh Polsek Siantar Utara Kota.  Mereka  berada di warung internet dan bilyard  karena bolos sekolah. Operasi kasih sayang  ketika itu dilakukan  sekitar pukul 10.00 dipimpin Kapolsek Siantar Utara AKP M Nababan.    TRIBUNnews, Bolos Saat Sekolah 13 Pelajar di ciduk Polisi , diakses tanggal  17 Mei 2012 <http://www.tribunnews.com/2012/02/24/bolos-saat-sekolah-13-pelajar-diciduk-polisi>
              Pada berita lain Ekspos NEWS menuliskan bahwa Razia Kasih Sayang yang dilakukan Selasa ,21 Februari 2012 terjaring 48 (empat puluh delapan siswa), dan uniknya   satu diantaranya  masih duduk dikelas  IV SD dari salah satu SD Negeri di Naga Huta.  Ia mengaku  sejak berangkat dari rumah  pukul 6.30  langsung menuju warnet dan bermain poin blank.  Menurut Tim Polres Pematangsiantar yang melakukan Rajia Kasih sayang tersebut, mereka membagi tim menjadi 2 (dua), satu tim berhasil menjaring 36 (tiga puluh enam) siswa yang terdiri dari 25 (dua puluh lima) siswa SLTA dan 11 (sebelas) siswa SLTP yang keseluruhannya laki-laki.  Sementara  tim yang satunya lagi berhasil menjaring  8 (delapan) siswa SLTA, yang terdiri dari 7 (tujuh) laki-laki dan 1 (satu) perempuan.  Selanjutnya menjaring lagi 4 (empat ) siswa lagi yang terdiri dari 3 (tiga) siswa SMP dan 1 (satu ) siswa  SD. Seluruh siwa ditemukan di warnet, bilyard dan Pasar horas  pada  jam belajar disekolah sedang berlangsung. Kasat Pembinaan Masyarakat (Binmas) Polres Pematangsiantar  AKP T.Sitepu mengatakan  Operasi kasih sayang ini merupakan kegiatan  yang rutin dilakukan
untuk menekan jumlah siswa yang bolos. Eksposnews, Siswa SD di Siantar Terjaring Razia Kasih Sayang, di akses tanggal 17 Mei 2012 <http://eksposnews.com/view/14/32397/Siswa-SD-di-Siantar-Terjaring-Razia-Kasih-Sayang.html>
              Dalam sebuah  berita Metro Siantar menuliskan Rajia Kasih Sayang yang dilakukan Rabu, 29 Februari 2012 oleh Tim Patroli sekolah Dinas Pendidikan Pematangsiantar berhasil menjaring 35 (tiga pulu lima) orang pelajar  di Siantar. Ketua tim Patroli Sekolah Juniar Sinaga mengatakan, penangkapan itu dilakukan berdasarkan informasi dari masyarakat. Katanya, siswa tertangkap sekira pukul 11.00 WIB dari lokasi warnet di Jalan Diponegoro, Siantar Plaza Jalan Merdeka dan Pasar Horas. Metro Siantar, Rajia kasih sayang, 35  siswa terjaring. Diakses  17 Mei 2012. <http://www.metrosiantar.com/index.php/Metro-Siantar/razia-kasih-sayang-35-siswa-terjaring.html>
              Razia yang dilakukan oleh Polres Kota Pematangsiantar dan  Tim Patroli Sekolah Dinas Pendidkan Pematangsiantar sebenarnya adalah penggalan dari keseluruhan  kegiatan  yang terjadi di warung-warung Internet di kota Pematangsiantar . Apa yang mereka lakukan masih terbatas pada siang hari.  Rajia Kasih Sayang bila dilakukan di malam hari  maka akan menjaring lebih banyak pelajar di kota Pematangsiantar.  Sebab menurut pengamatan Penulis banyak pelajar di Kota Pematangsiantar masih berada di warung-warung internet hingga larut malam bahkan hingga pagi hari.
              Dari beberapa informasi diatas memberikan keterangan kepada kita bahwa telah terjadi suatu fenomena baru  kehidupan pelajar  dikota Pematangsiantar. Seharusnya sebagai seorang pelajar hendaklah menunjukkan sikap dan perilaku pelajar. Ketika jam-jam sekolah sedang berlangsung maka pelajar patutnya berada disekolah, dan bila malam telah tiba pelajar patutnya berda dirumah,  mengerjakan PR yang diberikan oleh Guru atau mempersiapkan keperluan untuk bersekolah besok harinya.
               Internet tampaknya telah mengusik motivasi  belajar sebagian siswa di kota Pematangsiantar.  Para pelajar yang terusik motivasi  belajarnya  karena  sesuatu hal menunjukkan bahwa sebenarnya telah terjadi penurunan motivasi belajar sebagai dampak dari internet.  Secara teori bila terjadi penurunan motivasi belajar , maka akan segera tampak pada hasil belajar yang semakin buruk.   Bila hasil belajar dibiarkan semakin buruk oleh karena terusiknya  motivasi  belajar siswa karena dampak negatif internet maka sudah seharusnyalah  dikerahkan berbagai upaya untuk memulihkan hal itu. 
              Perlu diketahui bahwa motivasi  belajar adalah satu hal yang perlu ditumbuhkan, di pelihara , dijaga dan dikembangkan  dalam rangka meraih hasil belajar yang optimal.  Seseorang dapat gagal karena tidak memliki motivasi  belajar walaupun  dia memiliki inteligensia yang cukup.
          Sardiaman A.M (2007:84-85) mengatakan: Begitu juga untuk belajar sangat diperlukan adanya motivasi .  Motivation is an essensial condition of learning.  Hasil belajar akan menjadi optimal , kalau ada motivasi.  Makin tepat motivasi yang diberikan, akan makin berhasil pula pelajaran itu.Jadi motivasi akan senantiasa menentukan intensitas usaha belajar bagi para siswa.

              Dalam perkembangan terkini dinegara kita masalah pendidikan menjadi isu penting.  Kebijakan-kebijakan pemerintah yang pro-pendidikan dapat kita telusuri dari berbagai perundang-undangan yang ada.   UUD NRI Tahun 1945 telah mengamanatkan  anggaran pendidikan minimal 20% dari APBN serta dari APBD untuk memenuhi kebutuhan  penyelenggaran pendidikan nasional.  Porsi anggaran pendidikan  minimal  20 %  dari APBN serta dari APBD  adalah satu keputusan  konstitusional yang menunjukkan  kesadaran bangsa Indonesia  akan perlunya memajukan Pendidikan Nasional  untuk mengejar berbagai ketertinggalan Bangsa Indonesia . Terlebih lagi adalah suatu cita-cita untuk mensejajarkan Bangsa ini sejajar dengan bangsa-bangsa terkemuka di dunia.  Keputusan yang menetapkan anggaran pendidikan minimal 20% dari APBN serta dari APBD adalah suatu refleksi kesadaran Bangsa Indonesia  akan perlunya anak anak Indonesia bersekolah dan harapan tidak akan adalagi anak-anak Indonesia yang putus sekolah karena ketiadaan biaya.  Namun andaikan ada siswa di Pematangsiantar harus putus sekolah karena dampak negatif Internet  maka dapat dikatakan anak anak Indonesia yang bersekolah di Pematangsiantar  tidak merespon amanat UUD NRI tahun 1945.  Andaikan juga anak anak Indonesia yang bersekolah di Pematangsiantar telah menurun motivasi belajarnya karena dampak negatif internet maka kiranya kajian-kajian melalui penelitian perlu diadakan  untuk mengetahui seluk beluk yang terjadi didalamnya,  sehingga dapat diterapkan langkah langkah yang tepat  untuk pencerahannya.
              Sejatinya tidak boleh ada anak-anak dikota Pematangsiantar menjadi menurun motivasi  belajarnya karena ketersediaan layanan internet. Anak-anak kota ini diharapkan  memilki motivasi  belajar yang tinggi  untuk terus belajar  agar hasil belajarnya dapat optimal, sehingga  dikemudian hari dapat meneruskan tongkat estafet perjuangan membangun kota Pematangsiantar.  Ketersediaan  internet di kota Pematangsiantar  tidaklah bermaksud menurunkan Motivasi  belajar siswa di Kota Pematangsiantar.  Sejatinya  layanan internet di Kota Pematangsiantar adalah wujud dari perkembangan Teknologi informasi komputer yang memudahkan setiap penggunanya dalam mengakses  berbagai informasi yang berguna bagi dirinya.  Namun bila terjadi bukan seperti peruntukannya maka perlu diadakan penelitian tentang gejala-gejala yang timbul.  Oleh karena itu penulis ingin melakukan penelitian yang lebih mendalam  tentang permasalah yang  fenomenal dan  aktual saat ini di pematangsiantar, dengan judul penelitaian “Analisa Menurunnya Motivasi Bealajar Siswa Di Kota Pematangisiantar”
              Motivasi belajar sangatlah penting untuk dapat menggerakkan kegiatan belajar.  Melalui kegiatan belajar  maka kita memperoleh  manfaat seperti tambahnya ilmu pengetahuan dan pengalaman baru, serta terjadinya perubahan tingkahlaku . Oleh karena  melalui belajar diketahui memperoleh manfaat  maka Bangsa Indonesia  menyelenggarakan suatu  pendidikan nasional  agar Bangsa Indonesia dapat menjadi bangsa yang maju dan bangsa yang terkemuka.  Bila motivasi belajar menurun  berati intensitas usaha belajar menurun yang berujung pada  rendahnya hasil usaha belajar seperti tidak  adanya prestasi.
          Sardiaman A.M (2007:85-86) mengatakan : Seseorang melakukan  suatu usaha karena  adanya motivasi.  Adanya motivasi yang baik dalam belajar akan menunjukkan hasil yang baik.  Dengan kata lain dengan adanya usaha yang tekun dan terutama didasari oleh adanya motivasi, maka seseorang yang belajar itu  akan dapat melahirkan prestasi yang baik.  Intensitas motivasi seorang siswa akan sangat menentukan tingkat pencapaian prestasi belajarnya.

           Dimyati dan Mudjono (2009:5) mengatakan :” bila siswa belajar maka akan terjadi  perubahan mental  pada diri siswa”   Mencermati pendapat ini  maka pantaslah setiap  orang tua  menginginkan anaknya belajar.  Oleh  karena itu setiap orang tua rela  mengeluarkan banyak biaya untuk menyekolahkan anaknya.  Harapan orang tua  bila anaknya belajar maka  semakin baiklah mental anaknya.
Tetapi harus diingat bahwa  motivasilah yang menggerakkan  belajar itu.  Tanpa  motivasi  kegiatan belajar itu tidak dilakukan.
          Mc.Donal dalam Sardiaman A.M (2007: 74 ) mengatakan: bahwa motivasi itu mengawali terjadinya perubahan energi  pada diri setiap individu manusia.  Perkembangan   motivasi akan membawa beberapa perubahan energi dalam sistem” neurophysiologikal “ yang ada pada organisme  manusia .  Karena menyangkut  perubahan energi  manusia ( walaupun  motivasi  itu muncul  dari dalam diri manusia ), penampakannya  akan menyangkut  kegiatan fisik  manusia.

              Bila melihat fenomena pendidikan  yang terjadi dikota Pematangsiantar seperti banyaknya siswa berada di warung-warung internet pada saat kegiatan belajar mengajar disekolah sedang berlangsung,  dan dikaitkan dengan  teori –teori motivasi belajar maka dapat diketahui betapa pentinganya  melakukan  kajian yang mendalam  tentang  fenomena itu.  Sebab bila fenomena itu tidak segera di atasi akan dapat mengakibatkan semakin meningkatnya  jumlah siswa yang bolos sekolah.    Dalam  fenomena  ini adanya  siswa yang bolos tersebut  adalah merupakan  bukti motivasi belajar siswa yang menurun .  Bila  motivasi belajar siswa di kota Pematangsiantar menurun  maka perkembangan kota akan terhambat sebab nantinya para siswa itulah yang akan meneruskan tongkat estafet pembangunan  kota Pematangsiantar.   Selain itu  membiarkan motivasi belajar siwa menurun   berarti : membiarkan perkembangan mental anak-anak kota Pematangsiantar pada arah yang tidak jelas,  membiarkan mereka tidak  turut serta berpartisipasi untuk  mengembangkan  ilmu pengetahuan , membiarkan mereka menjadi “virus” disekolah-sekolah di kota  Pematangsiantar,  membiarkan mereka kehilangan masa depannya , membiarkan mereka menjadi korban kekejaman perkembangan teknologi.

         
1.2.        Fokus Permasalah dan  Pertanyaan Penelitian
              Internet memang bukan  hal yang baru lagi di kota Pematangsiantar. Banyak orang kita temukan di warung-warung internet sedang asyiknya  bermain internet.  Pengunjungnya tidak terbatas pada golongan orang tertentu  saja,  ada yang  masih berstatus masih duduk di Sekolah Dasar,  Sekolah Menengah Pertama,  Sekolah Menengah  Atas  dan Maha Siswa ,  anak putus sekolah dll.
Kehadiran Internet membawa dampak positif maupun negatif.  Dalam penelitian ini yang akan dikedepankan adalah tentang menganalisa menurunnya  motivasi belajar siswa  sebagai dampak negatif  kehadiran internet.  Bila di identifikasi beberapa fenomena sosial yang  tampak bahwa motivasi siswa menurun segai dampak negatif kehadiran internet adalah seperti  terdapat dibawah ini:
1.           Sejumlah siswa ditemukan  telah membolos dari sekolah dan tempat-tempat  privat les, para siswa tersebut ditemukan di warung internet
2.           Sejumlah siswa ditemukan masih berada di warung internet sampai malam hari, tengah malam dan bahkan hingga pagi harinya.
3.           Sejumlah siswa lebih senang  menghabiskan waktu dengan bermain game online , mengakses jejaring sossial internet seperti Face Book, dan twiter, serta situs-situs pornografi
             
              Dalam penelitian ini penulis memiliki sejumlah keterbatasan  seperti dana, waktu,  tenaga, kemampuan akademik  sehingga tidak semua masalah diteliti dan penelitian ini terbatas objek penelitian yaitu siswa  SMP (Sekolah Menengah Pertama)  Negeri yang ada di kota Pematangsiantar.
              Adapun  fokus permasalah dalam penelitian ini adalah :
1.    Mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan menurunnya  motivasi  belajar siswa  SMP Negeri di Kota Pematangsiantar.
2.    Mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan sejumlah siswa SMP Negeri Kota Pematangsiantar  menjadikan warung-warung internet sebagai sasaran tempat  bermain .
3.    Menganalisa  sejauh manakah menurunnya motivisai belajar siswa SMP Negeri di kota Pematangsiantar menurun akibat internet?
              Untuk lebih  operasional   apa  sebenarnya yang  menjadi fokus permasalahan yang harus dijawab dalam penelitian ini   maka selanjutnya dirumuskanlah pertanyaan penelitiannya  sebagai berikut :
1.    Faktor-faktor  apakah yang menyebabkan menurunnya  motivasi  belajar siswa  SMP Negeri di Kota Pematangsiantar.
2.    Faktor-faktor apakah yang menyebabkan sejumlah siswa SMP Negeri Kota Pematangsiantar  menjadikan warung-warung internet sebagai sasaran tempat  bermain .
3.    Sejauh manakah  motivisai belajar siswa SMP Negeri di kota Pematangsiantar menurun akibat internet?
.
1.3         Tujuan Penelitian
              Adapun tujuan penelitian ini adalah:    
1.    Menemukan faktor-faktor yang menyebabkan   motivasi  belajar siswa  SMP Negeri di Kota Pematangsiantar menurun.
2.    Menemukan faktor-faktor yang menyebabkan sejumlah siswa SMP Negeri Kota Pematangsiantar  menjadikan warung-warung internet sebagai sasaran tempat  bermain .
3.    menemukan Sejauh manakah  motivisai belajar siswa SMP Negeri di kota Pematangsiantar menurun akibat internet?

1.4         Kegunaan/Manfaat Penelitian
              Penelitian ini diharapkan dapat berguna/bermanfaat baik dari segi keilmuan/teoritis  maupun dari segi praktis/fragmatis  yaitu:
1.           Dari segi keilmuan/teoritis hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dan memberikan konstribusi untuk mengembangkan ilmu pengetahuan  khususnya mengenai faktor-faktor yang menyebabkan  motivasi belajar siswa yang menurun, faktor-faktor yang  menyebabkan siswa menjadikan warung internet  menjadi sasaran  tempat bermain, serta  sejauhmana motivasi belajar siswa menurun akibat internet.
2.           Dari segi praktis/fragmatis hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan: 
             a. Kepada Pemerintah kota Pematangsiantar beserta jajarannya sebagai bahan pertimbangan untuk mengambil langkah-langkah  yang bersifat prefentif bagaimana menyusun rencana penertiban dan pelayanan penggunaan akses internet kepada siswa , sehingga internet tidak berdampak negatif terhadap motivasi belajar siswa
b.  Kepada orang tua siswa untuk bahan evaluasi dalam mengawasi
     dan  membina putra/putrinya sehingga motivasi belajar anak-anaknya tetap terjaga walaupun teknologi informasi dan komunikasi berkembang pesat.
c.  Disamping kedua manfaat praktis/fragmatis diatas penelitian ini  berguna sebagai  syarat  mengikuti ujian thesis pada Program Pasca Sarjana  (S-2)  program studi Ilmu Perencanaan wilayah dan Kota di Universitas Simalungun Pematangsiantar  dalam rangka memenuhi sebagian syarat memperoleh gelar Magister Sains (M.Si).    

1.5       Defenisi Operasional Istilah
           
            Dalam tesis ini ada beberapa istilah  yang perlu dijelaskan  agar  setiap pembaca mendapat pemahaman yang sama dari istilah-istilah yang digunakan, seperti :
1.           Analisis
            Menurut  kamus  besar bahasa indonesia  (Departemen Pendidikan Nasional 2005 : 43)  analisa adalah :1.Penyelidikan terhadap sesuatu peristiwa (karangan,perbuatan,dsb) untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya (sebab musabab, duduk perkaranya,dsb)   2.penjabaran sesudah dikaji sebaik baiknya. 
3. Pemecahan persoalan yang dimulai dengan dugaan  akan kebenarannya.
            Menurut  Azis,F (2009:9) analisis adalah:”Kajian atau telaah terhadap sesuatu untuk mengetahui keadaan sebenarnya”.
            Dalam penelitian ini defenisi  operasional istialah analisis adalah  mengkaji , menelaah dan menjabarkan suatu persoalan untuk mengetahui keadaan sebenarnya.
2.           Menurunnya Motivasi belajar
              Kata  menurunnya  berasal  dari kata  menurun.  Dalam bahasa indonesia
              kata menurun berasal dari kata dasar turun. 
            Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Departemen Pendidikan Nasioanal 2005: 1229 ) turun artinya 1.bergerak kearah bawah;  bergerak ketempat yang lebih rendah dari semula .2. surut   3.  menjadi kurang ( rendah, susut,sedikit, dsb)   4.menjadi lemah .     menurun  artinya : 1. makin kedepan makin kebawah    2.pergi kebawah    3. berangsur-angsur  turun(berkurang, surut).
            Dalam tulisan ini defenisi operasional  menurunnya  berarti  menjadi lemah, berangsur angsur  surut. 
            Kata motivasi berasal dari kata ‘motif” . Motif diartikan  sebagai daya upaya  yang mendorong seseorang  untuk melakukan sesuatu.  Motivasi dapat dikatakan  serangkaian usaha  untuk menyediakan kondisi-kondisi tertentu, sehingga seseorang  mau dan ingin melakukan sesuatu, dan bila ia tidak suka  maka akan berusaha  untuk meniadakan  atau mengelakkan  perasaan tidak suka itu. (Sardiaman A.M 2007 :73-75)
            Dalam penelitian ini defenisi operasional motivasi adalah  adanya  dorongan dari dalam diri siswa   untuk melakukan kegiatan dan bila tidak suka  maka orang tersebut mampu mengatasi ketidaksukaannya  itu.
              Sekarang timbul pertanyaan, apakah belajar itu sebenarnya?  Samakah belajar itu dengan latihan , dengan menghafal dengan  pengumpulan fakta, dan studi? Tentu saja  banyak pendapat  yang mungkin satu dengan  yang lainnya berbeda.  Misalnya ada yang berpendapat  bahwa belajar merupakan kegiatan menghafal sejumlah fakta-fakta.  Guru merasa puas jika siswa-siswa telah sanggup menghapal  sejumlah  fakta.  Pendapat lain mengatakan bahwa belajar adalah sama dengan latihan, sehingga hasil belajar tampak dalam keterampilan tertentu. (Slameto 2003 : 1)
          Djamarah (2000:13) menyimpulkan tentang defenisi belajar adalah  serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan
     tingkahlaku  sebagai hasil dari pengalaman individu  dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut koqnitif, afektif , dan psykomotor.
              Dalam penelitian  ini defenisi operasional belajar adalah kegiatan untuk memperoleh sejumlah pengetahuan baik melalui menghafal, membaca buku buku yang berkaitan dengan pelajaran sekolah , mendengarkan informasi atau penjelasan mengenai materi pelajaran  yang diberikan guru , berlatih / mengerjakan PR yang yang diberikan guru untuk memperoleh kemampuan  menguasai materi materi pelajaran yang diberikan oleh guru di sekolah  sehingga terjadi perubahan  mental, sikap dan perilaku kearah yang lebih baik
          Dimyati dan Mudjono  (2009 : 239 ) mengatakan: motivasi belajar  merupakan kekuatan mental yang mendorong terjadinya proses belajar.  Motivasi belajar pada diri siswa  dapat menjadi lemah .  Lemahnya motivasi atau  tiadanya  motivasi belajar akan melemahkan  kegiatan belajar.  selanjutnay mutu hasil belajar  akan menjadi rendah . oleh karena itu  motivasi belajar pada diri siswa perlu diperkuat terus menerus .  Agar siswa memiliki motivasi belajar  yang kuat , pada tempatnya diciptakan  suasana belajar yang menggembirakan.

              Dalam penelitian ini  defenisi operasional  motivasi belajar adalah adanya dorongan dari dalam diri siswa  untuk melakukan kegiatan belajar dan bila mana siswa tidak suka belajar maka siswa tersebut  mampu mengatasi ketidaksukaanya.
              Jadi secara keseluruhan defenisi operasioanal menurunnya motifasi belajar   dalam tulisan ini adalah  berangsur angsur surut  atau melemahnya dorongan dalam diri siswa untuk melakukan kegiatan belajar.
3.           Siswa SMP negeri 
              Dalam  Tulisan ini yang dimaksud dengan siswa adalah semua murid baik laki laki dan perempuan yang masih bersekolah  (terdaftar namanya )  
pada satuan pendidikan tingkat Sekolah Menegah Pertama (SMP) dimana sekolah tersebut berstatus negeri dan bukan swasta.
             
















BAB  II

STUDI  KEPUSTAKAAN
A.           Pembahasan Teori
              1.    Motivasi  Belajar dan masalahnya
              Menganalisa tentang motivasi belajar berarti menelaah, mengkaji dan menjabarkan tentang ada tidaknya kekuatan atau dorongan dalam diri manusia itu, seberapa besar kekuatan atau dorongan dalam diri manusia itu,dari mana sumbernya dorongan itu serta apa saja faktor yang berpengaruh kepada seseorang  sehingga seseorang itu  melakukan suatu kegiatan yang namanya belajar.    Bagi sebagian orang tidaklah mudah  untuk mengarahkan dirinya untuk mau belajar.  Didalam dirinya tidak ditemukan kemampuan atau energi untuk mengarahkan diri kepada kegiatan belajar.  Orang tersebut  merasa sangat sulit untuk mengabaikan atau mengatasi berbagai hambatan atau gangguan  untuk melakukan kegiatan belajar.   Sementara diketahui bahwa begitu banyaknya terdapat hal yang bisa mengganggu atau menghambat usaha belajar.
              Agar dapat melakukan kegiatan belajar  maka didalam diri orang tersebut harus ada dorongan untuk melakukan kegiatan belajar.   Semakin besar dorongan tersebut maka semakin intens (bergelora dan penuh semangat) seseorang tersebut belajar.  Sebaliknya  bila  dorongan  itu kecil atau tidak ada  maka orang tersebut hanya  sedikit sekali atau malah tidak melakukan kegiatan belajar, atau disebut malas belajar.
              Dorongan atau motivasi untuk belajar itu  ada yang berasal dari dalam diri  dan ada yang berasal dari luar diri.  Dorongan atau motivasi dari dalam   diri  
disebut  motivasi intrinsik.  Seseorang mau belajar atau melakukan kegiatan belajar  bukan karena  dorongan dari luar.  Sebagai contoh  seseorang  yang senang membaca, tidak usah ada yang menyuruh,  ia sudah rajin membaca buku-buku.  Tujuannya adalah untuk mendapatkan  pengetahuan  atau ilmu dari buku-buku yang dibacanya,  bukan karena  ingin mendapat pujian atau yang lain -lain .
              Berbeda dengan motivasi ekstrinsik.   Motivasi ini  akan mendorong seseorang  untuk melakukan kegiatan belajar  karena dipengaruhi oleh faktor perangsangan dari luar.  Misalnya  kalau besok akan mengadapi ujian, maka ia akan belajar hari ini atau malam ini, agar ia mendapat punten yang bagus dan harapannya temannya atau kekasihnya akan memuji ia. Jadi ia belajar bukan karena ingin mendapatkan pengetahuan, tetapi ia ingin mendapatkan  nilai yang bagus, lalu dipuji oleh teman atau kekasihnya.
              Kedua bentuk  motivasi ini sangat diperlukan untuk mengawal agar kegiatan belajar setiap siswa tidak menurun.   Kedua Bentuk motivasi ini baik intrinsik dan ekstrinsik  sama-sama penting. 
       Sardiaman A.M ( 2007 : 91 ) mengatakan : Dalam kegiatan belajar-mengajar peran motivasi baik intrinsik dan ekstinsik  sangat diperlukan . Dengan motivasi, pelajar dapat mengembangkan aktifitas dan inisiatif , dapat mengarahkan dan memelihara ketekunan dalam melaksanakan  kegiatan belajar.

              Belajar tidak pernah sepi dari diri seseorang yang memiliki motivasi intrinsik.  Ia ingin selalu maju dalam belajar.  Kesadarannya yang besar akan  kebutuhan ilmu  untuk masa kini dan  masa depannnya membuat ia gemar belajar. Ia akan mencari berbagai ilmu dari berbagai buku buku yang dibacanya. Bagi  sesorang yang tidak memiliki motivasi intrinsik sulit  sekali      baginya untuk belajar sendiri.  Orang yang memilki motivasi intrinsik senang melakukan kegiatan belajar sendiri.  Kegiatan belajar itu dilatar belakangi oleh pemikirannya yang positif  bahwa semua mata pelajaran  yang dipelajari sekarang  akan dibutuhkan dan sangat berguna untuk masa kini dan masa yang akan datang.
              Namun perlu disadari, sekalipun motivasi intrinsik yang tadinya telah ada dalam diri siswa dapat saja  menjadi berubah, menjadi menurun atau melemah.  Sebab tidak ada yang permanen ,tetap dan kekal.  Yang tetap atau  permanen atau yang kekal adalah perubahan.   Perubahan ini mungkin saja terjadi dalam diri siswa  karena  diri siswa juga berubah,  atau perubahan itu terjadi  mungkin saja karena berbagai komponen dalam proses belajar mengajar  ada yang tidak menarik  bagi siswa.
     Sardiaman A.M ( 2007:91) mengatakan: Perlu ditegaskan, bukan berarti  motivasi  ekstrensik  ini tidak baik dan tidak penting  .  Dalam kaitan  belajar mengajar tetap penting  sebab kemungkinan besar  keadaan siswa itu dinamis , berubah ubah , dan juga mungkin komponen-komponen lain  dalam proses belajar-mengajar  ada yang kurang menarik bagi siswa , sehinnga diperlukan motivasi ekstrinsik.

              Dalam perubahan  yang terjadi pada diri siswa dapat membuat motivasi intrinsik pada siswa menurun sehingga  motivasi belajar siswa menurun.  Menurunnya  motivasi intirnsik itu dapat pula menurun pada diri siswa karena  berbagai komponen dalam proses belajar – mengajar itu  ada yang kurang menarik bagi siwa,  sehingga menurunpulalah  motivasi belajarnya.
              Kala mana telah terjadi perubahan dalam diri siswa yang membuat motivasi intrinsiknya menurun maka disinilah diperlukan motivasi ekstrensik.  Motivasi  ektrinsik menggerakkan siswa untuk belajar, namun  bukan pada esensi belajarnya.  Kegiatan belajar yang dilakukan oleh siswa didasari oleh motif diluar   
esensi apa yang dipelajarinya.   Dapat dicontohkan, ketika seorang  ibu belajar  membaca maka motif belajar baginya bukanlah untuk mengetahui membaca, tetapi diluar dari pada itu.  Motifnya  misalnya supaya tetangga memuji dia karena sudah tahu membaca.  
              Dalam kegiatan belajar mengajar disekolah setiap guru selalu mendorong siswanya untuk mau belajar.  Berbagai  macam cara dilakukan oleh guru untuk memotivasi siswanya  agar siswanya mau belajar.  Memberi hadiah  bagi para jura di sekolah  ketika pembagian rapor , memuji  siswa yang dapat menjawab  PR dengan benar,  menyapa siswa dengan ramah, membuat kegiatan perlombaan, dll adalah merupakan  usaha agar siswa termotivasi belajar.  Guru yang berhasil  memotivasi anak untuk belajar akan tampak dari kegiatan siswa  belajar.   Tetapi  bila guru tidak berhasil memotivasi siswa belajar  maka kita akan menemukan  siswa yang malas belajar.  Kegiatan belajar  siswa menjadi tidak kelihatan ada.  Siswa menjauhi kegiatan membaca buku, menjauhi pekerjaan mengerjakan PR,  tidak mau perduli ketika guru menjelaskan tentang materi pelajaran. Tanda-tanda seperti itu adalah merupakan konotasi menurunnya  motivasi belajar siswa.
              Dalam menggerakkan siswa belajar adakalanya motivasi ekstrinsik menjadi bersifat negatif ataupun menjadi bersifat positip.   Kesalahan Guru dalam penggunaan motivasi ekstrinsik ini bukan justru membuat siswa menjadi termotovasi belajar, tetapi yang terjadi adalah sebaliknya.  Motivasi belajar siswa menjadi menurun. Siswa menjadi benci kepada guru tersebut dan tidak lagi berminat kepada  mata pelajaran yang diampu guru tersebut.
              Motivasi ekstrinsik yang bersifat positip seperti pujian, hadiah,     piagam
penghargaan atau bentuk bentuk yang lain dapat merangsang  siswa untuk belajar.
Selain itu  respon terhadap perilaku siswa pun dapat bersifat positip. Disamping  kegiatan belajarnya yang semakin intens               maka perilaku yang menunjukkan siswa sebagi anak yang terdidik pun tampak dalam kehidupan sehari-harinya.
              Motivasi ekstrinsik yang bersifat negatif  seringakali tidak menunjang proses interaksi  belajar mengajar yang tidak edukatif.  Memberikan hukuman kepada siswa yang tidak mengerjakan PR seperti diberlakukannya hukuman fisik,ejekan, dan sindiran mungkin akan  membuat siswa menjadi perduli dan mau belajar.  Pekerjaan  Rumah  yang tadinya jarang /tidak pernah dikerjakan , kini menjadi dikerjakan.  Pemberian hukuman itu memang menggerakkan siswa untuk melakukan kegiatan belajar. Tetapi pemberian hukuman itu memiliki efek pengirng seperti terjadinya kerenggangan hubungan antara guru dengan siswa.   Siswa dapat saja menjadi benci kepaga guru dan tidak menyukai lagi berbagai hal dari guru tersebut.  Kondisi seperti ini dapat menurunkan motivasi belajar siswa, atau melemahkan motivasi belajar siswa.
              Memuji  sebagai salah satu bentuk motivasi ektrinsik hendaklah dalam situasi yang proporsioanl.  Bila pujian itu tidak pada momen dan porsi yang tepat maka akan berubah menjadi ejekan, sindiran . Maka kealpaan seperti ini hendaklah menjadi perhatian setiap guru, Sebab dapat menurunkan motivasi belajar siswa.
          Djamarah (2011:152) mengatakan :Baik motivasi ekstrinsik yang positif dan motifasi ektrinsik yang negatif  sama-sama mempengaruhi sikap dan perilaku anak didik. Diakui angka, ijazah,pujian, hadiah  dan sebagainya berpengaruh positif  dengan merangsang anak didik untuk giat belajar. Sedangkan ejekan, celaan, hukuman yang menghina sindiran kasar, dansebagainya  berpengaruh negatif dan  merenggangnya  hubungan    guru
     dengan anak didik. Jadilah guru sebagai orang yang dibenci oleh anak didik.   Efek pengiringnya, mata pelajaran yang dipegang guru itu tidak disukai anak didik.

              Djamarah  (2011:152 – 156) mengatakan bahwa  ada beberapa prinsip-prinsip  motivasi  dalam belajar  yaitu :1.Motivasi Sebagai  Dasar Penggerak Yang Mendorong Aktivitas Belajar.   2.  Motivasi intrinsik lebih utama  dari pada  motivasi ekstrinsik.   3. Motivasi  pujian lebih baik dari pada hukuman. 4.Motivasi Berhubungan erat  dengan kebutuhan  dalam belajar.   5. Motivasi  dapat memupuk optimisme dalam  belajar.    6.  Motivasi  melahirkan pretasi dalam belajar.  
              Ada satu hal yang menjadi perahatian dalam keterangan  Djamarah mengenai prisip-prinsip motivasi dalam belajar. Beliau mengatakan bahwa  ada  efek  yang tidak diharapkan  dari  pemberian   motivasi  ekstrinsik yaitu  kecenderungan  ketergantungan  anak didik  terhadap sesuatu diluar dirinya. Anak juga kurang percaya diri , bermental pengharapan dan mudah terpengaruh. oleh karena itulah motivasi intrinsik lebih utama dari motivasi ekstrinsik.   
              Pendapat Djamarah  yang  memberi penjelasan  bahwa anak yang diberi motivasi ekstrinsik menjadi mudah terpengaruh.  Menyetir pendapat ini dapat dikatakan efek  yang tidak diharapkan  dari perbuatan memberi  motivasi ekstrinsik kepada siswa adalah membuat siswa menjadi mudah terpengaruh, dan bisa saja siswa mudah menurun motivasi belajarnya karena dipengaruhi oleh sesuatu di lingkungan sekitarnya.
              Dalam kehidupan sehari-hari siswa bergabung dengan berbagai latarbelakang mental siswa yang lain.  Diantaranya ada yang bermental buruk.
Sesuai dengan pendapat Djamarah, Mental buruk ini tentu saja  mudah di serap oleh siswa yang  mendapat  motivasi ekstrinsik.   Bila anak  bertemu dengan orang yang malas belajar, maka iapun  menjadi malas belajar.   Jadi menurunnya motivasi belajar siswa  dapat terjadi  sebagai bentuk nyata dari rapuhnya kondisi psykologis siswa,  yang diakibatkan oleh pemberian motivasi ekstrinsik.
              Memotivasi siswa seperti seperti memuji (motivasi ekstrinsik) haruslah pada momen dan kondisi yang tepat.  Seperti dijelaskan sebelumnya bila pada  tid momen  yang tepat dapat mengandung makna ejekan   dan  sindiran.    Selain adanya makna ejekan dan sindiran maka pujian pun dapat memicu terjadianya kecemburuan dikalangan siswa  dan selanjutnya menurunkan motivasi belajar siswa.   Contohnya bila dalam proses belajar mengajar ada siswa yang selalu mendapat pujian, maka  siswa yang lain  mungkin cemburu.  Mereka merasa telah dikesampingkan karena telah terjadi pilih kasih.  Mereka merasa tidak diperhatikan,  mereka merasakan bahwa hanya orang tertentu saja yang baik . Akhirnya perasaan kecemburuan itu telah memicu pada menurunnya  motivasi belajar siswa.        
     Djamarah (2011:164)  mengatakan : Banyak anak didik yang iri terhadap anak didik tertentu yang lebih banyak mendapatkan tujuan  dan perhatian ekstra  dari guru .  Mereka   malas belajar karena menganggap guru  pilih kasih dalam  dalam melampiaskan kasih sayang.  Sikap  negatif anak didik ini  harus diredam  dengan menempatkan anak didik secara proporsional.   Pujian harus  diberikan secara  merata kepada anak didik sebagai individu,  bukan kepada yang canti atau yang pintar.  Dengan  begitu anak didik tidak antipati    terhadap    guru.    Tetapi  merupakan  figur yang disenagi dan dikagumi.

              Menurunnya  motivasi belajar siswa  akan selalu terkait dengan faktor-faktor  diluar  dirinya  dan faktor faktor  dari dalam dirinya.  Motivasi belajar siswa yang menurun berarti siswa mengurangi atau   mengabaikan     perhatiannya
terhadap kegiatan  belajar. Padahal  kegiatan belajar itu pada intinya untuk  mendapatkan pengetahuan, ketrampilan  dan penanaman sikap mental/nilai-nilai. Menghindari kegiatan belajar sebenarnya berpengaruh  dalam perkembangan  kepribadian .   Analoginya adalah  bila siswa tidak belajar  maka ia akan tidak akan  mendapatkan pengetahuan, ketramilan  dan  tidak terjadi penanaman sikap/ mental.
              Dimyati dan Mudjiono (2009:239) mengatakan : “ akibat penerimaan, penolakan  atau pengabaian kesempatan belajar tersebut akan berpengaruh  pada pekembangan kepribadian”


              2.  Beberapa Layanan Internet Dalam kaitannya dengan motivasi belajarsiswa
              Banyak manfaat yang bisa kita nikmati dalam  layanan internet.  Manfaat  yang dapat kita bisa kita dapatkan  di internet misalnya , mencari hiburan di internet, mencari berita dan informasi di internet, berbisnis di internet,  mempublikasikan foto dan tulisan di internet, berkomunikasi di internet,  menyimpan data di internet, dan  berbagai gratisan pun tersedia diinternet. 
              Disamping adanya manfaat internet bagi kehidupan manusia maka internetpun diakui telah membawa dampak negatif.   Didalam internet tersimpan berjuta bahkan bermilliar informasi yang dapat diakses oleh siapa saja.  Salah satu bentuk data yang tersimpan didalam internet yang dikhawatirkan paling berdampak buruk bagi remaja seperti siswa setingkat SMP (Sekolah Menengah Pertama ) adalah pornografi.  Data atau informasi pornografi ini tersimpan dalam bentuk yang berbeda.  Ada yang berbentuk teks , gambar  dan  ada pula yang gambar beserta  suara.   Bentuk teks maksudnya adalah cerita- cerita yang berbau sek,  gambar maksudnya adalah  foto- toto  syuur  dan mengedepankan seksualitas, serta  gambar dan beserta suara  maksudnya adalah vidio-vidieo porno.
              Bila mengetehaui alamat web dari  jaringan yang menyimpan informasi pornografi   maka setiap orang dapat membaca, melihat atau menontonnya.  Bagi  siswa yang berada  dalam golongan umur remaja  hal pornografi adalah sesuatu yang paling menarik perhatiannya. Sebab rasa  ingintahu yang tersimapan dalam dirinya serta dorongan seksualitas  yang mengarahkannya ketempat-tempat yang pas.  Warung-warung internet tampaknya  menjadi tempat yang pas, sebab biasanya pemilik warung internet tidak  selalu perduli  dengan berbagai macam situs  internet yang diakses oleh pengunjungnya. 
              Melalui  HP (hand phon) sebenarnya dapat juga  di akses situs-situs  yang berbau porno grafi tersebut, tapi berbagai alasan seperti  biaya, dan teknologi yang berbeda membuat pilihan  dijatuhkan untuk mengunjungi warung internet.   Bagi yang memiliki internet yang tersedia dirumahpun sebenarnya juga dapat   mengakses sistus situs porno tersebut.  Tapi alasan tertentu seperti  adanya orang tua, dan saudara yang memantau membuat  pilihan untuk mengunjungi  warung-warung internet.Tidak semua siswa mampu  mengatasi  ketertarikannya terhadap hal yang berbau seks.  Hal ini tergantung pada  kekuatan nilai moralitas dan nilai spritual seseorang.  Bila moralitas dan spritualitasnya baik, maka orang itu tentu dapat menahan  diri  atas hal-hal yang berbau pornografi.   Dengan  ketertarikanya kepada  ‘menu’ pornografi yang tersedia di internet  hal ini dapat melemahkan  atau menurunkan  motivasi belajar siswa.  Dikatakan dapat melemahkan motivasi belajar siswa karena siswa  tersebut tidak dapat mengalahkan atau mengabaikan ketertarikannya kepada situs pornografi , sehingga akhirnya  siswa  bolos dan berada di warung-warung internet pada saat kegiatan proses belajar mengajar  berlangsung disekolah.  
              Terkadang ,tanpa mengetahui  alamat web sistus-situs pornografipun layanan internet menyuguhkan pornografi.  Ketika tidak ada niatpun untuk  mencari situs porno grafi  tetapi layanan menyuguhkan pornografi.  Itulah slah satu kejahatan yang dapat kita temukan pada layanan internet.  Layanan internet tidak bisa steril  dari pornografi.  Jadi kejahatan pornografi yang ada di internet itu merasuki para siswa yang sudah pernah menyaksikannya.  Keesokan harinya pun ada kemungkinan  ia teringat, lalu  ia membolos dari sekolah.   Sesudah jam pulang sekolah siswa masih berada di warung internet, seharusnya ia akan pergi ladi  ke tempat-tempat bimbingan belajar , tapi ia tak dapat mengesampingkan “candunya”  internet.  Demikian hingga  seore, malam bahkan ada yang hingga pagi harinya  warung internet menjadi tempat yang sangat dinikmatinya.
     Djamarah (2011:246) mengatakan : kebangkitan  perilaku seksualitas  diatas  disebabkan faktor-faktor luar  diri remaja, seperti buku porno, filim cabul dan gambar porno.  Anak didik yang sudah pernah melakukan  perbuatan jahiliah itu  sulit untuk menerima pelajaran disekolah ,  karena mereka cenderung berkhayal  tentang kenikmatan seks.  keinginan untuk selalu  berdampingan  dengan lawan jenis  lebih besar dari pada hasrat  untuk belajar.  Kerinduanseksual yang tak tersalurkan  membuat mereka tidak dapat memusatkan perhatian  dalam belajar.

              Selain pornografi permainan game on-line turut menarik siswa yang tidak memiliki motivasi belajar.  Waktu demi waktu habis dalam permainan di warung internet. Permainan game on-line pun mampu mengalahkan motivasi belajarnya. Bagi siswa yang memiliki motivasi belajar yang kuat game on-line yang tersedia di internet  tidak mengganggu pemikirannya dan ia terus saja belajar.
              Layanan yang lain yang tersedia di internet adalah Chatting.  Melalui layanan ini kita dapat berkomunikasi dengan orang lain melalui tulisan.  Kita tidak dapat melihat ekspresi lawan bicara kita demikian juga sebaliknya .  Atau kita tidak menetahui siapa lawan bicara kita.   Namun demikian bagi sebagian siswa  ada saja yang maniak Chatting.  Rela mengabiskan waktu berjam-jam di depan layar komputer.   Alam pemikirannya tertuju kepada pembicaraan  yang  mengabaikan  tugasnya  sebagai pelajar.  Sebagai seorang siswa tugasnya seharusnya  adalah belajar.  Tapi Maniak chatting telah  merasuki jiwanya, dan mengalahkan motivasi belajarnya.  
              Pandia (2007 : 172-173)  mengatakan bahwa  ada bebrapa dampak negatif dari Chatting yaitu :  1. Mengobrol tidak senonoh;   Orang yang sedang chatting seringkali terjerumus kedalam pembicaraan yang tidak senonoh seperti pornografi.    2.  membuat rematik dan otot  pegal;  duduk didepan komputer  dalam jangka waktu yang lama dapat mengakibatkan penyakit rematik dan pegal-pegal pada otot punggung maupun jari tangan.   3.  maniak Chatting;   Chatting menjadi   sangat   menyenangkan    apalagi   bertemu      dengan orang yang tepat.    4. Berhubungan dekat dengan orang yang tidak jelas;  Tidaklah baik berhubungan dekat dengan orang yang tidak jelas,  sebab tidak semua orang yang kita temui  adalah orang yang jujur.
              Satu lagi layanan internet sebagai layanan jejaring sosial adalah Facebook dan tweter. Jejaring sosial ini pun  cukup ‘laris’ di seluruh dunia. Melalui jaringan ini seseorang dapat menjalin komunikasi  dengan  orang lain.  Melaui pesan teks yang kita kita kirim kita dapat saling bertukar informasi  atau
memberitahukan apa yang kita sudah lakukan kepada orang lain di seluruh dunia.  Jejaring sosial  ini pun punya daya magnetis yang kuat.   Banyak waktu yang tersita di depan layar komputer atau HP karena  bermain facebook atau tweeter. Waktu yang seharusnya dapat digunakan  untuk kegiatan belajar seperti membaca buku, mengerjakan PR dan tugas lain  habis di ‘telan’  facebook ataupun tweeter.
              Sofia dan Prianto (2010:158) mengatakan : “sekarang didunia termasuk  indonesia telah terserang “demam facebook”.
             
B.           Hasil Penelitian  Yang Relevan
              Dalam sebuah tulisan yang berjudul Dibalik  Menurunnya  Motivasi Belajar Siswa yang ditulis  oleh Hendriana yang berupa sebuah artikel yang dimuat oleh koran Singgalang menyebutkan Berkurangnya semangat belajar para siswa, pada akhirnya akan menyebabkan kurang betahnya siswa untuk mengikuti proses belajar di sekolah. Sehingga ada sebagian dari siswa yang lebih memilih untuk tidak hadir atau “cabut” di saat ada mata pelajaran atau salah seorang guru yang tidak disukainya.
              Tidak hanya sebatas faktor materi pelajaran dan cara guru yang kurang menarik dalam menyampaikan materi pelajaran yang menyebabkan berkurangnya semangat belajar para siswa. Lingkungan antarteman pun besar pengaruhnya. Apa yang dikatakan guru tidak lagi menjadi satu-satunya ukuran meskipun guru itu disegani. Ajakan-ajakan dari teman itu lebih berpengaruh. Tidak sedikit para siswa yang melakukan perbuatan asusila, seperti halnya merokok, minuman keras, narkoba, hingga perbuatan mesum lainnya. Di televisi pun hampir setiap tayangan-tayangan kriminal menyajikan perbuatan-perbuatan mesum, dimulai dari rekaman melalui handpone hingga tersebar melalui internet. Semua itu tidak lepas dari interaksi antar teman.
              Begitu banyak faktor-faktor yang menyebabkan berkurangnya semangat belajar para siswa dan perkembangan jiwa para remaja. Akan tetapi bagaimanapun keluarga dan sekolah masih tetap merupakan lingkungan primer dan sekunder artinya lingkungan pertama dan kedua yang berpengaruh terhadap perkembangan kepribadian dalam dunia anak dan remaja (siswa). Lingkungan masyarakat bisa begitu kuat berpengaruh pada umumnya disebabkan karena lingkungan primer dan sekunderlah yang sudah menurunkan kadar pengaruhnya. Oleh karena itu, untuk dapat mengurangi sebanyak mungkin pengaruh yang negatif, maka lingkungan orang tua dan pendidik di sekolahlah yang harus meningkatkan kembali fungsi mereka sebagai pengendali lingkungan primer dan sekunder.   Hendriana, koran Singgalang, Faktor dibalik menurunnya motivasi belajar siswa, diakses tanggal 1 juni 2012
              Purbo mengatakan dalam sebuah  Seminar Nasional TI (SNasTI) 2011 bertajuk "Peran TI dalam Membangun Pendidikan Berkarakter" yang dihadiri 40-an peneliti TI dan puluhan mahasiswa STIKOM Surabaya.  Internet juga mengajarkan keburukan yakni pornografi, terorisme, judi, dan sejenisnya. Bahkan, situs porno di dunia saat ini mencapai 10 juta situs dengan satu miliar halaman.   Purbo, AntaraNews.com, Peran TI dalam Membangun Pendidikan Berkarakter,  diakses 1 Juni 2012. < http://mindmapclubindonesia.blogspot.com/2011/10/onno-purbo-internet-ajarkan-karakter.html>
              Dalam sebuah koran Metro Siantar Menkominfo Tifatul Sembiring mengatakan bahwa  hasil penelitian  di 12 kota besar di Indonesia termasuk Medan ; 97 %  siswa SMP pernah membuka dan melihat serta menonton film porno.  92%  sudah pernah melakukan oral seks. 61% sudah pernah melakukan zinah, dan 21,2% sudah pernah melakukan aborsi.  Hasil penelitian itu dikemukakan oleh Tifatul Sembiring dalam  sebuah acara “Depkominfo Goes to Mall”  bersama PT Eksel Axiata Tbk, sebuah road show keseluruh indonesia  dalam rangka mendorong penggunaan internet sehat bagi seluruh pelajar dan mahasiswa indonesia.  Metro Siantar, diakses tanggal 1 juni 2012. <http://issuu.com/metrosiantar/docs/selasa_27_marer_2012?mode=window&pageNumber=1>
              Kepala Dinas Kominfo Ir.Zulkifli Sitepu mengaku khawatir terhadap penyalahgunaan tekhonologi komunikasi seperti warung internet oleh kalangan pelajar.  Dalam rajia yang dilakukan fihaknya ditemukan siswa SD dan SMP yang bermain internet di saat jam-jam pelajaran.  Oleh karena itu Ia mengajak sekolah-sekolah turut mengawasi penggunaan internet oleh para pelajar terutama pada jam jam sekolah . Kemajuan teknologi internet telah menjadi bisnis saat ini. Sementara pantauan Analisa di lapangan anak sekolah bermain internet saat jam pelajaran khususnya di Jalan Sunggal. Kondisi ini ternyata tidak mendapat perhatian pengeloa warnet. Selain itu, anak-anak tersebut ternyata tidak memanfaatkan warnet sebagai media mencari ilmu tapi lebih untuk bermain game online. Koran
Analisa, Diskominfo Minta Dinas Pendidikan Ajak Sekolah Awasi Warnet; diakses tanggal 1 jumi 2012 http://www.analisadaily.com/news/read/2012/03/31/43373/diskominfo_minta_dinas_pendidikan_ajak_sekolah_awasi_warnet/#.T8kTZGUc1Y1
            Suyatno (2011 :9-11)  dalam penelitian  di SMP/ SMA diwilayah kabupten bogor  mengatakan: sebanyak 99 siswa (61,11% dari jumlah responden) menikmati pornografi di warnet. Padahal secara  global siswa (93,83 %) mengetahui haramnya  pornografi    .Penelitian mengungkapkan bahwa siwa mendapatkan materi pornografi  cukup beragam, Seperti dari teman, dari HP, dari warnet dan membeli. Sumber mereka mendapatkan  materi pornografi  yang  lebih dominan adalah melalui teman dan melalui internet .Dan dari data yang diperoleh melalui angket  menunjukkan bahwa  pornografi membuat kecanduan. Pernyataan kecanduan ini didukung oleh data angket yang mengatakan bahwa  15,43 % siswa ingin menikamti lagi pornografi.  Dalam penelitian yang dilakukan, dengan menggunakan analisa regresi  diperoleh hasil bahwa pornografi dapat menurunkan motivasi belajar siswa namun tidak signifikan.  Penelitian juga  mengungkapkan bahwa pornografi  mempengaruhi kedisiplinan siswa . Hasil regresi miniab  dimana  diperoleh hasil  bahwa 95 %  pornografi  mempengaruhi kedisiplinan secara  signifikan .   Jurnal pendidikan dompet duafa  edisi I/2011 : Pengaruh Pornografi Terhadap Perilaku Belajar Siswa (Studi Kasus : Sekolah Menengah X) diakses  1 juni 2012 ; <http://purwoudiutomo.com/wp-content/uploads/2011/09/
Pengaruh-Pornografi-terhadap-Perilaku-Belajar Siswa.pdf>

c.        Rangkuman Kajian Pustaka
1.                     Sardiaman A.M ( 2007 : 91 ) mengatakan : Dalam kegiatan belajar-   mengajar peran motivasi baik intrinsik dan ekstinsik  sangat diperlukan . Dengan motivasi, pelajar dapat mengembangkan aktifitas dan inisiatif , dapat mengarahkan dan memelihara ketekunan dalam melaksanakan  kegiatan belajar.
2.         Sardiaman A.M ( 2007:91) mengatakan: Perlu ditegaskan, bukan berarti  motivasi  ekstrensik  ini tidak baik dan tidak penting  .  Dalam kaitan  belajar mengajar tetap penting  sebab kemungkinan besar  keadaan siswa itu dinamis , berubah ubah , dan juga mungkin komponen-komponen lain  dalam proses belajar-mengajar  ada yang kurang menarik bagi siswa , sehinnga diperlukan motivasi ekstrinsik.
3.      Djamarah (2011:152) mengatakan :Baik motivasi ekstrinsik yang positif dan motifasi ektrinsik yang negatif  sama-sama mempengaruhi sikap dan perilaku anak didik. Diakui angka, ijazah,pujian, hadiah  dan sebagainya berpengaruh positif  dengan merangsang anak didik untuk giat belajar. Sedangkan ejekan, celaan, hukuman yang menghina sindiran kasar, dansebagainya  berpengaruh negatif dan  merenggangnya  hubungan    guru dengan anak didik. Jadilah guru sebagai orang yang dibenci oleh anak didik.   Efek pengiringnya, mata pelajaran yang dipegang guru itu tidak disukai anak didik.

4.         Djamarah  (2011:152 – 156) Beliau mengatakan bahwa  ada  efek  yang tidak diharapkan  dari  pemberian   motivasi  ekstrinsik yaitu  kecenderungan  ketergantungan  anak didik  terhadap sesuatu diluar dirinya. Anak juga kurang percaya diri , bermental pengharapan dan mudah terpengaruh
5.         Djamarah (2011:164)  mengatakan : Banyak anak didik yang iri terhadap anak didik tertentu yang lebih banyak mendapatkan tujuan  dan perhatian ekstra  dari guru .  Mereka   malas belajar karena menganggap guru  pilih kasih dalam  dalam melampiaskan kasih sayang.  Sikap  negatif anak didik ini  harus diredam  dengan menempatkan anak didik secara proporsional.   Pujian harus  diberikan secara  merata kepada anak didik sebagai individu,  bukan kepada yang canti atau yang pintar.  Dengan  begitu anak didik tidak antipati    terhadap    guru.    Tetapi  merupakan  figur yang disenagi dan dikagumi
6.         Dimyati dan Mudjiono (2009:239) mengatakan : “ akibat penerimaan, penolakan  atau pengabaian kesempatan belajar tersebut akan berpengaruh  pada pekembangan kepribadian”
7.         Djamarah (2011:246) mengatakan : kebangkitan  perilaku seksualitas  diatas  disebabkan faktor-faktor luar  diri remaja, seperti buku porno, filim cabul dan gambar porno.  Anak didik yang sudah pernah melakukan  perbuatan jahiliah itu  sulit untuk menerima pelajaran disekolah ,  karena mereka cenderung berkhayal  tentang kenikmatan seks.  keinginan untuk selalu  berdampingan  dengan lawan jenis  lebih besar dari pada hasrat  untuk belajar.  Kerinduanseksual yang tak tersalurkan  membuat mereka tidak dapat memusatkan perhatian  dalam belajar.
8.           Pandia (2007 : 172-173)  mengatakan bahwa  ada bebrapa dampak negatif dari Chatting yaitu :  1. Mengobrol tidak senonoh;   Orang yang sedang chatting seringkali terjerumus kedalam pembicaraan yang tidak senonoh seperti pornografi.    2.  membuat rematik dan otot  pegal;  duduk didepan komputer  dalam jangka waktu yang lama dapat mengakibatkan penyakit rematik dan pegal-pegal pada otot punggung maupun jari tangan.   3.  maniak Chatting;   Chatting menjadi   sangat   menyenangkan    apalagi   bertemu      dengan orang yang tepat.    4. Berhubungan dekat dengan orang yang tidak jelas;  Tidaklah baik berhubungan dekat dengan orang yang tidak jelas,  sebab tidak semua orang yang kita temui  adalah orang yang jujur.
9.           Sofia dan Prianto (2010:158) mengatakan : “sekarang didunia termasuk  indonesia telah terserang “demam facebook”.
10.         Purbo mengatakan dalam sebuah  Seminar Nasional TI (SNasTI) 2011 Internet juga mengajarkan keburukan yakni pornografi, terorisme, judi, dan sejenisnya
11.         Menkominfo Tifatul Sembiring mengatakan bahwa  hasil penelitian  di  kota besar di Indonesia termasuk Medan ; 97 %  siswa SMP pernah membuka dan melihat serta menonton film porno.  92%  sudah pernah melakukan oral seks. 61% sudah pernah melakukan zinah, dan 21,2% sudah pernah melakukan aborsi.
12.             Kepala Dinas Kominfo Ir.Zulkifli Sitepu mengaku khawatir terhadap penyalahgunaan tekhonologi komunikasi seperti warung internet oleh kalangan pelajar.  Dalam rajia yang dilakukan fihaknya ditemukan siswa SD dan SMP yang bermain internet di saat jam-jam pelajaran.
13.         Suyatno (2011 :9-11)  dalam penelitian  di SMP/ SMA diwilayah kabupten bogor  mengatakan       sebanyak 99 siswa (61,11% dari jumlah responden) menikmati pornografi di warnet. pornografi membuat kecanduan.  bahwa pornografi dapat menurunkan motivasi belajar siswa namun tidak signifikan.  Penelitian juga  mengungkapkan bahwa pornografi  mempengaruhi kedisiplinan siswa . Hasil regresi miniab    diperoleh hasil  bahwa 95 %  pornografi  mempengaruhi kedisiplinan secara  signifikan .